Dua Ciuman, Dua Gambaran Karakter Politik


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 10 August 2018, 20:36 WIB
FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

HARI pendaftaran Capres dan Cawapres mengisahkan banyak cerita dan banyak sisi lain dari para calon capres dan cawapres yang muncul ke khalayak. Pada hari ini misalnya Presiden Joko Widodo mengaku mencium tangan ibundanya (sungkem) untuk meminta restu maju sebagai capres kembali.

Disela kegiatannya para pewarta menanyakan apakah Jokowi sungkeman dengan ibundanya. Jokowi pun spontan menjawab bahwa dirinya memang sungkeman sebelum berangkat untuk mendaftarkan diri ke KPU.

"Ya tadi (sungkeman ke ibu)," terang Jokowi disela kegiatannya di Istana Negara Jakarta, Jumat (10/8).

Dirinya menjelaskan ritual sungkeman meminta izin dari ibundanya tersebut memang sudah menjadi hal yang biasa dirinya lakukan. Dirinya menjelaskan kebiasaan tersebut memang sudah dilakukan masih kecil.

Jokowi menjelaskan dalam perbincangannya ririnya meminta restu ibunda, Jokowi menjelaskan ibunya merestui langkahnya untuk kembali maju sebagai presiden petahana pada 2019 nanti. Jokowi pun mengaku mendapatkan doa dari ibunya tersebut.

"Iya, (Ibunda) merestui dan mendoakan," terang Jokowi sambil tersenyum.

Saat ditanyakan apakah dirinya mendapatkan pesan khusus dari ibundanya, Jokowi menjawab dirinya memang mendapatkan banyak pesan dari ibundanya. Namun saat ditanyakan apa saja pesannya Jokowi tertaawa dan menjawab bahwa pesan ibundanya banyak.

Di sisi lain cawapres dari kubu oposisi Sandiaga Uno hari ini pun mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ketika itu Sandiaga mengaku akan merindukan tugasnya di Balai Kota.

Sejak pagi hingga sebelum salat Jumat, Sandiaga masih bertugas di Balai Kota Jakarta. Tugasnya di Lapangan Banteng dalam membuka Pameran Flora dan Fauna 2018 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat menjadi tugas terakhirnya menggunakan mobil dinasnya dan kemudian kembali ke Balai Kota.

Dalam rangkaian kegiatan perpisahan dengan Gubernur Anies Baswedan tersebut keduanya sempat berpelukan dan mengucapka kata perpisahan. Terakhir Sandiaga mencium mobil berplat B 1764 PQH sambil berkata, "bye bye".

Sandiaga akhirnya meninggalkan Balai Kota menggunakan mobil pribadinya bermerk Nissan Grand Livina menuju Mesjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat untuk salat Jumat. (OL-4)

BERITA TERKAIT