Kejari Kuansing Bekuk Buron Korupsi Rp1,2 Miliar


Penulis: Rudi Kurniawansyah - 10 August 2018, 19:55 WIB
MI/Rudi Kurniawansyah
MI/Rudi Kurniawansyah

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berhasil membekuk Asmir, tersangka korupsi Rp1,2 miliar yang buron sejak awal 2018 lalu. Asmir ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dalam pembuatan sertifikat tanah untuk kebun pola Koperasi Kredit Primer untuk anggota (KKPA) yang bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

Ia ditangkap di rumahnya di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kemarin. Kejari langsung menjebloskan Asmir ke balik jeruji.

Penetapan tersangka tertuang dalam surat Sprint-04/N.4.23/fd.1/07/2018 tanggal 2 Juli 2018. "Kami terus melakukan pengintaian dan pengejaran hingga kita mendapat informasi yang bersangkutan sedang berada di rumahnya," ujar Kepala Kejari Hari Wibowo, Jumat (10/8).

Dengan tertangkapnya Asmir, tersisa satu tersangka lagi berinisial KS yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus yang sama. Hari menjelaskan Asmir menjabat sebagai Manajer Kebun Koperasi Tani Siampo Pelangi Desa Pesikaian.

Ketika itu, tersangka melakukan pengurusan penerbitan sertifikat untuk lahan koperasi. Biaya pembuatan sertifikat adalah bantuan dari PTPN V pada 2010 silam.

Namun sekitar 200 persil lahan yang akan diurus tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sehingga sertifikatnya tidak bisa diterbitkan. "Mestinya sisa uang bantuan sebesar Rp1,2 miliar dikembalikan ke perusahaan pelat merah itu, tapi justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi," ungkap Hari.

Asmir disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Di kasus yang ssama, Ketua Koperasi KKPA Arlimus telah divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada 3 April lalu. Mantan anggota DPRD Kuansing itu juga harus membayar denda Rp200 juta subsider 4 bulan penjara. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT