Tasawuf Sederhana Cara Kids Zaman Now


Penulis:  (FD/M-4) - 11 August 2018, 03:00 WIB
Dok MI
Dok MI

FENOMENA 'orang saleh dadakan' merajalela di zaman now dalam situasi yang serbagaduh. Orang-orang memberhalakan institusi agama sembari menafikan nilai-nilai ketuhanan.

Agama terpisah dari Tuhan lantaran kecenderungan formalisme. Manusia, yang dipinjami roh oleh Allah, putus hubungan dengan Sang Pemilik. Akhirnya, manusia zaman now lupa caranya menjalin kemesraan dengan Sang Maha Kekasih, sehingga perilakunya terkadang jauh dari kearifan dan kebijaksanaan.

Potret kehidupan zaman now yang turut memengaruhi generasi muda Indonesia itu diulas ahli tasawuf Muhammad Nursamad Kamba dalam buku setebal 322 halaman. Lewat tulisannya, ahli tasawuf yang menempuh S-1, S-2, dan S-3 akidah dan filsafat di Universitas Al-Azhar Kairo itu akan mengajak pembacanya bertasawuf dengan cara yang sederhana; mengingatkan kita bahwa berhala kekinian jauh lebih canggih dan mencengkeram daripada berhala-berhala zaman old yang dihancurkan nabi-nabi.

Lewat buku ini, penulis kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, itu pun mengajak untuk mengingat kembali asal dan tujuan hidup. Mengingatkan kembali hakikat manusia sebagai khalifah, pemegang amanah untuk memakmurkan kehidupan, juga bahwa alam semesta dan manusia diciptakan atas nama cinta, dan sudah seharusnya dikelola dan diarahkan kepada Sang Pemilik dengan cinta pula.

Menurut budayawan, Emha Ainun Nadjib, kids zaman now mencintai Allah secara langsung. Tidak melalui administrasi golongan keagamaan. Mereka terbang ke angkasa, melompat ke cakrawala, mengendarai frekuensi, untuk menemukan Maha Kekasih dengan cinta dan kemesraannya.

Kids zaman now diajari Allah langsung ke lubuk jiwa dan struktur saraf akal mereka. "Allamal insana ma lam ya'lam. Mereka belajar secara alamiah untuk mencari dan menemukan Tuhan, Kanjeng Muhammad, dan Islam di refrain lagu, di tetesan daun, di hembusan angin, di ujung sepatu pesepak bola Piala Dunia, di auman harimau, di kicau burung, dan kelopak anggrek," kata Emha, maka terbitlah buku ini, seperti semburat cahaya penyuluh di depan sana.

BERITA TERKAIT