Pusat Perkuat Pemda Lombok Tangani Bencana


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 10 August 2018, 19:05 WIB
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan pemerintah akan memperkuat secara penuh upaya rekonstruksi dan rehabilitasi dari wilayah terdampak gempa. Meski pemerintah daerah pada saat yang sama tetap bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi yang harus dilakukan.

"Pemerintah daerah tetap bertanggung jawab dan melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawab mengenai apa yang harus dilakukan. Baik melanjutkan tanggap daruratnya maupun melanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Tetapi pemerintah memperkuat secara penuh apa apa yang tidak dapat dilakukan daerah, pemerintah pusat akan membantu sepenuhnya sehingga tidak ada permasalahan," terang Wiranto di Istana Negara Jakarta, Jumat (10/8).

Dalam kesempatan tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengungkapkan pemerintah sementara akan mendirikan tenda tenda sementara untuk jangka waktu yang lama. Hal tersebut dikarenakan pemerintah menyadari waktu pembangunan dan rekonstruksi akan memakan waktu yang agak lama sehingga dibutuhkan tenda yang kuat.

"Berdasarkan permintaan Gubernur, kalau mau menyediakan tenda, tenndanya yang tahan lama sekitar 6 -7 bulan. Ini sudah didatangkan oleh Panglima TNI mengangkut tenda tenda dari BPNPB melalui udara," terang Basuki.

Berdasarkan laporan sementara ini ada sekitar 22.721 bangunan rumah yang rusak dengan pembagian rusak ringan 12.278, Sedang 723, dan Berat 9220. Untuk kategori berat dalam artian rumah tersebut sudah ambrol semua, sedangkan rusak sedang tidak berani dihuni lagi dan rusak ringan orang masih berani tinggal.

Untuk membantu masyarakat dalam mendirikan rumah pemerintah menyepakati untuk memberikan bantuan per rumah, meski memang jumlah yang saat ini dipegang pemerintah masih harus diverifikasi lagi arena akan menyangkun besaran bantuan yang akan diberikan.

"Untuk rumah rusak berat dibantu dengan Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta. saya sudah koordinasi dengan Pemkab yang menerima bantuan. Untuk membangun lagi harus ikut konstruksi tahan gempa yang akan disupervisi oleh Kementerian PUPR sebagai keharusan agar tdiak mengulangi kesalahan, desainnya sederhana tetapi tahan gempa," terang Basuki.

Untuk pembangunannya sendiri Kementerian PUPR akan melibatkan masyaraat dalam pembangunan rumahnya sebagaimana diterapkan di Aceh dan juga Jogja dengan sistem swakelola yang namanya rekompak. Sehingga masyarakat tidak menonton saja dan diberi bantuan namun juga ikut bekerja sendiri.

Untuk teknisnya akan di bimbing oleh Kementerian PUPR dengan desain yang sederhana tahan gempa, termasuk untuk kolom kolomnya. Batu bata yang runtuh pun masih dapat dimanfaatkan lagi untuk dinding dindingnya.

Untuk kamp pengungsi Basuki menjelaskan terdapat lebih dari 100 temat dengan sekitar 240 ribu pengungsi yang harus dipenuhi kebutuhan airnya. Untuk itu pihaknya sudah mendatangkan 13 mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air yang sudah dicukupi saat ini. Sedangkan untuk MCK masih akan ditambah unitnya dari 50 unit saat ini menjadi 500 an unit yang akan didatangkan dari Surabaya dan Jakarta.

Sedangkan untuk fasilitas publik akan segera dilakukan karena sekolah dibatasi waktu hingga 24 Agustus yang sudah harus berfungsi lagi. Untuk itu akan digunakan sistem modul sebagaimana dulu digunakan di Aceh karena lebih cepat tidak ada potongan dan tetap bagus kondisinya.

"Puskesmas akan segera kita kerjakan untuk berfungsi kembali. Anggarannya dari BNPB dan kita selaluberkoordinasi untuk penanggulangan bencana untuk ke PU-an infrastruktur. PUPR dan BNPB selalu bekerja sama," pungkas Basuki. (OL-4)

BERITA TERKAIT