Nelayan di Ujunggenteng Dilanda Musim Paceklik Ikan


Penulis: Benny Bastiandy - 10 August 2018, 15:30 WIB
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

KAWASAN Pantai Pangumbahan, Ujunggenteng, di Kecamatan Ciracap, KabupatenSukabumi, Jawa Barat, sempat diterjang gelombang pasang belum lama ini.

Sejumlah perahu serta sarana dan prasarana lainnya hancur. Nilai kerugian ditaksir mencapai hampir Rp1 miliar.

Kini kondisi para nelayan pun ikut terpuruk. Apalagi sejak beberapa waktu terakhir, hasil tangkapan nelayan turun drastis.

"Sekarang ini hasil tangkapan ikan menurun drastis. Apalagi belum lama ini sempat terjadi gelombang pasang," kata Ridwan, 40, petani setempat, Jumat (10/8).

Ridwan mengaku hasil melaut semalaman hanya mendapatkan ikan paling banter sekitar lima kilogram. Itupun bukan ikan bernilai tinggi, tapi hanya ikan teri.

"Biasanya bisa mendapatkan belasan kilogram. Sekarang mah tak tentu. Hari ini saja cuma dapat dua kilogram," ujarnya.

Hasil tangkapan yang sangat minim membuatnya tak bisa mendapatkan
penghasilan besar bagi anak dan istri. Ikan teri yang diperoleh hanya dua kilogram pada akhirnya akan dibawa pulang.

"Enggak, enggak dijual. Cuma sedikit. Dijual juga hanya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Jadi mending dibawa pulang saja buat dimasak di rumah," ucapnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno, berkesempatan mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan Ujunggenteng dalam lawatan kerjanya ke wilayah Kabupaten Sukabumi. Rini mengatakan kawasan pantai di Ujunggenteng cukup indah. Namun sayangnya jarang terdapat fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK), termasuk di Tempat Pelelangan Ikan.

"Kawasan wisata Ujunggenteng ini belum ada MCK yang layak. Lalu ada TPI yang cukup bagus dan rapi, tapi masyarakat mengeluh kondisi selokan yang rusak. Jika hujan seringkali banjir," kata Rini.

Pada kesempatan itu, PT Bank Mandiri (persero) Tbk membantu revitalisasi dan branding TPIsenilai Rp150 juta serta bantuan pembangunan instagrammable area di lokasi wisata Ujunggenteng senilai Rp150 juta. 

Tidak hanya itu, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) juga turut membantu pembangunan MCK di area pantai senilai Rp50 juta dan Jasindo memberikan bantuan satu unit kapal nelayan senilai Rp100 juta.

"Kami bersama Bank Mandiri, BRI, dan Jasindo datang ke sini (TPI Ujunggenteng) untuk menyalurkan bantuan," sebut Rini.

Rini berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan daya tarik kawasan wisata Ujunggenteng sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan setempat. Ke depan, Rini pun akan mendorong BUMN untuk lebih aktif lagi dalam pemberdayaan jangka panjang  masyarakat Ujunggenteng dan sekitarnya.

"Saya melihat mungkin bisa meningkatkan kesejahterahan nelayan di sini dengan membantu kampung nelayan. Mungkin bisa dibantu oleh Bank Mandiri dan bersinergi dengan BUMN lain. Kami akan jajaki kemungkinan itu karena tujuannya bagaimana BUMN bisa meningkatkan kehidupan masyarakat," tandas Rini. (OL-3)

BERITA TERKAIT