Bersaing Dalam Harmoni


Penulis: Rudy Polycarpus - 10 August 2018, 07:25 WIB
ILUSTRASI: SENO
ILUSTRASI: SENO

JOKO Widodo memutuskan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu dipilih untuk meredam kebencian dan merebaknya politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Penetapan Ma'ruf tersebut diumumkan langsung oleh Jokowi di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, tadi malam. Ia didampingi seluruh ketua umum dan sekretaris jenderal sembilan partai pendukungnya.

"Setelah melalui perenungan mendalam dan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat, saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai koalisi yaitu koalisi Indonesia Kerja, yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof DR KH Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.

Dipilihnya Ma'ruf terbilang mengejutkan karena awalnya Mahfud MD yang akan menjadi cawapres. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku sempat dikontak pihak Istana kemarin pagi untuk menyerahkan

curriculum vitae dan mengurus segala persyaratan. Jelang pengumuman oleh Jokowi, dia kembali dikontak Istana untuk bersiap dan menunggu di Restoran Tesate yang berjarak sekitar 20 meter dari tempat deklarasi.

Jokowi menjelaskan alasannya memilih Ma'ruf karena yang bersangkutan adalah tokoh agama yang bijaksana. Ma'ruf yang lahir di Tangerang, 11 Maret 1943, juga berpengalaman. ''Beliau pernah duduk sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Wantimpres, Rais Aam PBNU, dan Ketua MUI. Dalam kaitan dengan kebhinekaan, Prof DR Kiai Haji Ma'ruf Amin juga menjabat sebagai dewan pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).''

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, Ma'ruf dipilih berdasarkan pertimbangan elektabilitas dan untuk meredam kebencian beradasarkan SARA demi kenyamanan kontestasi. "Secara politik, beliau mewarnai seluruh spektrum politik yang ada di koalisi karena tentu spektrum politik itu juga ada spektrum politik nasionalis. Kita memutuskan ini setelah mendengarkan 2.500 opinion leaders yang ada di tingkat pusat dan daerah yang terus kita dengar secara seksama," terangnya.

Meski tidak menyangka, Ma'ruf menyatakan keputusan Jokowi memilihnya adalah bentuk penghargaan kepada ulama. ''Ini harus dibalas oleh ulama dengan mendukung beliau yang telah menghargai kita semua melalui saya. Saya tentu akan membantu Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, sejahtera," ujarnya di Kantor PBNU.

Ma'ruf menjelaskan, awalnya ia hanya diberi tahu akan menjadi cawapres alternatif bagi Jokowi. Dia pun mengaku cukup kaget ketika dirinya diumumkan sebagai cawapres. "Ketika terakhir bertemu Jokowi pun tidak ada informasi lanjutan apa-apa.''

Dinilai Tepat

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Ma'ruf adalah pilihan yang tepat. Menurutnya, Jokowi-Ma'ruf merupakan pasangan ideal untuk saat ini sebagai representasi nasionalis-religius. "KH Ma'ruf merupakan sosok ideal. Dia kader NU sejak muda dan telah lama menjalani peran di politik dan organisasi. Saya yakin KH Ma'ruf diterima semua pihak, tidak akan menimbulkan polarisasi di masyarakat,'' ucapnya.

Pengamat politik Toto Sugiarto juga menilai Ma'ruf dipilih karena diyakini bisa menjembatani keterbelahan anak bangsa. ''Jokowi benar-benar mengantisipasi munculnya kondisi seperti di Pilkada Jakarta. Dipilihnya Ma'ruf merupakan hal baik karena bisa menghindarkan bangsa dari kondisi terbelah," tandasnya.

Di sisi lain, dinamika yang terjadi di pihak Prabowo Subianto masih begitu tinggi hingga tadi malam. Negosiasi antarpartai politik soal cawapres begitu alot sehingga deklarasi yang sedianya dilakukan tadi malam pukul 19.00 WIB molor hingga 23.30 WIB.

Prabowo pun akhirnya memutuskan memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Namun, keputusan itu hanya diambil tiga partai yakni Gerindra, PKS, dan PAN, tanpa Partai Demokrat yang sebelumnya berkomitmen untuk berkoalisi.

Hari ini pukul 09.00 WIB Jokowi-Ma'ruf bakal mendaftar ke KPU. Mereka akan berangkat dari Gedung Joang 45. Adapun Prabowo-Sandi mendaftar selepas Salat Jumat. (Pro/Sat/X-8)

BERITA TERKAIT