Salah Kaprah Video Fitspiration


Penulis: Rizky Noor Alam - 07 August 2018, 11:15 WIB
www.kaylaitsines.com
www.kaylaitsines.com

PENGGUNAAN media sosial sudah menjadi hal yang lumrah di era saat ini. Baik anak kecil, anak muda bahkan orang tua mayoritas memiliki akun media sosialnya sendiri. Entah itu Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Bagi pengguna Instagram tentunya familiar dengan beragam fitur baru yang ditawarkan, termasuk fitur video. Banyak video-video yang akan muncul di feeds Instagram Anda, termasuk yang berhubungan dengan kesehatan, baik itu olahraga maupun insipirasi makanan sehat.

Video-video yang menginspirasi kesehatan itu dikenal dengan Fitspiration. Biasanya para selebriti, influencer, maupun komunitas-komunitas olahraga membagikan video-video latihan fisik mereka bagi para pengikutnya. Tidak hanya itu menu dan pola makanan sehat pun turut menjadi sajian yang dinikmati bagi para pengikutnya.

Sayangnya menurut para peneliti dari Griffith University video-video itu malah disalahartikan. Bagi kaum hawa video itu sebagai thinspiration (inspirasi untuk menjadi kurus) yang malah berpotensi mengganggu kesehatan.

Dalam hasil penelitian itu, seperti dikutip dari Dailymail menjelaskan ada lebih dari 49 juta gambar di internet yang berhubungan dengan Fitspiration dan para celebrity trainer, seperti Kayla Itsines dan Emily Skye, justru mendapatkan jutaan dollar dari para pengikutnya dengan menjual pesan-pesan bugar dan sehat mereka.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun lalu itu melibatkan 356 perempuan dengan usia antara 17-30 tahun. Hasilnya terlepas dari pesan motivasi kesehatan, justru menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap tubuh dan mungkin menyebabkan perempuaningin menurunkan berat badan.

Sementara itu, menurut Mury Kuswari, Ketua Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI) menjelaskan fenomena tersebut disebabkan karena pola berpikir masyarakat yang selalu instan dan ingin cepat.

"Masyarakat kan inginnya selalu instan cepat. Misalnya ingin kurus dalam 13 hari padahal gemuknya sudah bertahun-tahun," jelas Murry saat dihubungi Media Indonesia, Senin (6/8).
Lebih lanjut, menurut Murry masyarakat saat ini hanya terpaku pada satu indikator saja yaitu berat badan. Padahal banyak indikator lain yang harus dilihat, seperti kadar lemak dalam tubuh.

Dirinya menyarankan agar para influencer yang senang menulis maupun memposting pola hidup sehat kepada para pengikutnya agar memberikan informasi yang sejujur-jujurnya.

"Mereka harus jujur, bisa menjadi kurus itu berapa lama waktu yang dibutuhkan, makanannya bagaimana apa benar tidak makan karbohidrat, dijelaskan apa diganti makan kentang, roti dll," pungkasnya. (M-3)

BERITA TERKAIT