Pentingnya Sinergi Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan


Penulis: RO/Micom - 21 July 2018, 06:05 WIB
Ist
Ist

KEBAKARAN hutan dan lahan tahun 2015 menorehkan pengalaman berharga bagi Bangsa Indonesia. Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk bagaimana menangani kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi.

Belajar dari kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun 2015, pemerintah bertindak cepat dalam menangani krisis bencana asap dan kebakaran hutan dan lahan. Presiden Republik Indonesia- Joko Widodo memberikan perintah-perintah yang sangat tegas dan strategis dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan serta bencana asap.

Selama tiga tahun berturut-turut, Presiden Joko Widodo selalu mengumpulkan pimpinan pemerintah daerah (sipil, TNI, dan Polri) dan juga Kementerian/Lembaga terkait dalam Rapat Kerja Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana negara.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Presiden selalu memerintahkan peningkatan sinergitas para pihak, optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tingkat tapak, pelibatan masyarakat dan optimalisasi penegakan hukum.

Selain itu, adanya perubahan paradigma dari pemadaman menjadi pengarusutamaan pencegahan. Arahan tersebut diterjemahkan dalam strategi-strategi, baik Kementerian/Lembaga maupun pemerintah daerah dengan penyiapan sumber daya dan aksi di tingkat tapak serta mendorong partisipasi semua pihak termasuk para para pemegang ijin di bidang perkebunan dan kehutanan.

Sesuai Arahan Presiden tersebut, sejak tahun 2016 KLHK mulai menggelar kegiatan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan melibatkan unsur Manggala Agni, TNI, POLRI, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Kegiatan patroli terpadu dilaksanakan dengan kegiatan harian berupa deteksi dini, pemadaman dini apabila ditemukan kebakaran, serta sosialisasi dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui proses perubahan perilaku.

 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa dengan sinergi para pihak dari pusat dan daerah, jumlah hotspot/ titik panas yang terdeteksi di wilayah Indonesia tahun 2016-2017 terus menurun dibandingkan tahun 2015 begitu juga dengan luasan kebakaran hutan dan lahan.

Raffles menambahkan bahwa di tahun 2018 ini, kebijakan yang sama sedang dan terus dilakukan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Berbagai upaya baik pencegahan ataupun penanganan kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan mengingat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 yang membutuhkan jaminan keamanan dari asap dan kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tahun 2018, prediksi BMKG menunjukkan kondisi yang lebih panas dibandingkan dengan tahun 2016 dan tahun 2017. BMKG juga memprediksi munculnya gelombang panas (El Nino) pada bulan Oktober-Desember. Hal ini menjadi salah satu pendorong munculnya kondisi kering dan panas di beberapa provinsi rawan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan yang lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Patroli pencegahan dilakukan lebih intensif pada wilayah-wilayah rawan dengan bersinergi bersama parapihak di tingkat tapak.

Potensi kebakaran hutan dan lahan yang sudah mulai meningkat pada bulan Juli ini, seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur segera diantisipasi dengan melakukan penanggulangan secara cepat, baik melalui darat maupun udara oleh masing-masing Satgas Penanggulangan Karhutla di Provinsi yang dibentuk oleh Gubernur.

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK - Manggala Agni bersama para pihak, TNI, POLRI, BPBD, Masyarakat Peduli Api/masyarakat setempat bersinergi memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran yang yang terjadi di wilayah Riau saat ini masih terus dilakukan pemadaman didukung dengan water bombing oleh Satgas Udara provinsi Riau. Begitu juga di wilayah-wilayah lain. Pemadaman terus dilakukan sampai api benar-benar padam dan tuntas.

"Melalui sinergi yang kuat antara para pihak dan dukungan masyarakat diharapkan kebakaran dalam pekan ini yang terjadi di beberapa wilayah dapat segera dituntaskan," tandas Raffles. (OL-4)

BERITA TERKAIT