Hanura Minta Jokowi tidak Didesak Pilih Cawapres Tertentu


Penulis: Nur Aivanni - 14 July 2018, 12:52 WIB
img
ANTARA/Aji Styawan

PARTAI Hanura meminta siapapun, baik partai politik pendukung maupun pihak luar, agar tidak menekan Joko Widodo untuk memilih satu nama sebagai calon wakil presidennya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Partai Hanura Sutrisno Iwantono saat menanggapi adanya permintaan agar Jokowi memilih Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019.

"Jangan ditekan-tekanlah Pak Jokowi," kata Sutrisno dalam diskusi yang bertajuk Jokowi Memilih Cawapres, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Menurut Sutrisno, biarkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk menentukan sendiri siapa yang akan menjadi pendampingnya. Partai Hanura, sambungnya, pun memberikan kebebasan kepada Jokowi untuk menentukan cawapresnya.

"(Cawapres) Tidak harus dari Hanura, tidak harus dari partai politik (pendukung). Bisa juga dari nonpartai," ucapnya.

Ia pun enggan menyampaikan dari kalangan mana Jokowi akan memilih cawapresnya.

"Itu biar aja Pak Jokowi yang berbicara. Kita berikan keleluasaan kepada Pak Jokowi," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyampaikan bahwa Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto adalah sosok yang tepat untuk menjadi pendamping Jokowi.

Selain memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan industri, menurut Ace, Airlangga pun memiliki chemistry dengan mantan Wali Kota Solo itu. Di dalam Kabinet Kerja saja, lanjutnya, Airlangga telah menunjukkan kinerja yang positif.

"Usulan agar Airlangga jadi cawapres selain objektivitas kondisi saat ini, juga karena ada desakan internal Partai Golkar yang menginginkan Pak Airlangga jadi cawapres," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT