Gelar untuk Pelipur Lara


Penulis: Agus Triwibowo Laporan dari Rusia - 14 July 2018, 12:33 WIB
img

LAGA perebutan posisi ketiga di ajang Piala Dunia bukan menjadi keinginan semua tim yang tampil di semifinal. Namun, Inggris dan Belgia menegaskan sama-sama ingin menutup penampilan di Rusia 2018 dengan penampilan terbaik dan meraih kemenangan pada laga di Stadion St Peterburg, malam ini.

"Jujur, ini bukan pertandingan yang ingin dimainkan oleh tim mana pun," kata pelatih Inggris Gareth Southgate, yang timnya menuai pujian dan dengan singkat menyatukan negara yang sempat terpecah akibat kebijakan Brexit---keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Mantan bek terbaik yang pernah dimiliki Inggris itu mengungkapkan kekuatan terbaik tetap menjadi pilihan di laga melawan Belgia itu. Apalagi kemenangan bakal membuat skuat muda the Three Lions---julukan Inggris---menuai prestasi paling tinggi setelah kejayaan saat memenangi Piala Dunia 1966. Saat Piala Dunia 1990, Inggris yang gagal di semifinal juga takluk dari tuan rumah Italia saat perebutan peringkat ketiga.

"Kami ingin memberikan penampilan terbaik dan membanggakan, tidak perlu meragukan itu," tegas Southgate yang gagal menjadi algojo penalti sehingga membuat Inggris takluk dari Jerman lewat tos-tosan di semifinal Piala Eropa 1996.

"Setiap kali kami mengenakan kostum tim nasional, kami ingin bermain dengan bangga, kami ingin bermain dengan baik dan kami ingin menang." tegas Southgate.

Hingga kini hanya dua pemain di skuat 'Tiga Singa' yang belum pernah tampil, yakni dua kiper Jack Butland dan Nick Pope. Namun, Southgate tetap mengandalkan skuat terkuat untuk memenangi laga.

Tidak ingin kalah, Belgia juga mengincar posisi ketiga di Rusia 2018. Kemenangan 1-0 atas Inggris melalui gol tunggal Adnan Januzaj pada penyisihan grup terakhir di Kaliningrad, dua pekan lalu, menjadi modal berharga bagi skuat asuhan Roberto Martinez.

"Kami ingin menuntaskan dengan capian tertinggi dan para pemain layak untuk mendapatkan prestasi tertinggi," kata pelatih asal Spanyol yang bakal menukangi skuat 'Setan Merah' hingga Piala Eropa 2020 itu.

"Anda akan melihat peluang finis ketiga di Piala Dunia. Prestasi yang jarang tergapai. Jadi, kami perlu memahami bahwa ini adalah pertandingan penting," ungkap Martinez.

"Namun, saya akui, sangat sulit ketika Anda memiliki ambisi untuk mencapai final. Jadi, ada kesulitan untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya," ujarnya lagi.

Motivasi yang bisa mengangkat performa Belgia ialah prestasi peringkat ketiga yang belum pernah mereka raih. Pada 1986, Belgia juga gagal di semifinal dan di perebutan posisi ketiga saat dikalahkan Prancis dengan skor 2-4 melalui babak perpanjangan waktu.

Belgia mungkin tetap mengandalkan Eden Hazard dan Kevin de Bruyne untuk mendominasi persaingan di lapangan tengah. Romelu Lukaku tetap diandalkan di lini depan yang menjadi ancaman sektor bertahan Inggris.

Pertemuan Inggris dan Belgia ini membuat tim Eropa selalu memenangi posisi ketiga sejak sembilan perhelatan terakhir. Empat tahun lalu, Belanda menempati peringkat ketiga setelah mengalahkan tuan rumah Brasil 3-0. Brasil tampil kurang gereget setelah ditaklukkan Jerman 1-7 di semifinal.

Top scorer

Di sisi lain, kapten Inggris Harry Kane dengan koleksi enam gol dan Lukaku dengan empat gol masih berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak. Jika Kane mampu menemukan sentuhan emas dan mencetak satu gol, dia bakal menjadi top scorer terbanyak setelah bintang Brasil the Phenomenon Ronaldo yang mencetak 8 gol di Piala Dunia 2002 Korsel-Jepang. Ronaldo memastikan meraih sepatu emas setelah melesakkan dua gol di laga pamungkas, sekaligus mengantar Selecao menjadi kampiun dunia untuk kali kelima.

Kane, ujung tombak klub Tottenham Hotspur, berpeluang menjadi orang kedua asal Inggris yang menjadi pencetak gol terbanyak. Sebelumnya, prestasi itu diraih Gary Lineker pada Piala Dunia 1986 dengan koleksi 6 gol. (R-2)

BERITA TERKAIT