KLHK Tangkap Aktor Tambang Timah Illegal di Pangkal Pinang


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 14 July 2018, 11:48 WIB
MI/Putri Rosmalia Octaviyani
MI/Putri Rosmalia Octaviyani

TIM Gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatra, bersama TNI, Polri, dan Dinas Kehutanan Bangka Belitung berhasil menangkap aktor kegiatan tambang timah ilegal.

Saat ditangkap, kegiatan tambang terpantau tengah berjalan dengan menggunakan 3 unit alat berat serta alat-alat lain. Kegiatan tambang dilakukan di dalam kawasan hutan produksi Sungailiat Mapur, Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tim menangkap dua orang dengan inisial HS selaku pemilik tambang dan inisial P selaku operator alat berat.

Sempat terjadi ketegangan saat tim mengamankan barang bukti berupa 3 unit alat berat dan pelaku penambangan liar. Puluhan massa berdatangan termasuk Kepala Desa Cit Ardani dan seorang bernama Irwan yang mengaku dari LSM yang menghadang dan melarang tim mengangkut barang bukti dan pelaku yang akan diproses.

Setelah dilakukan negosiasi untuk menjaga situasi dan kondisi yang tidak kondusif dalam pengamanan barang bukti tersebut, pada pukul 16.00 WIB, kepala desa membuat surat pernyataan penolakan mengangkut barang bukti dan ditandatangani oleh masyarakat.

Kedua orang pelaku tetap dibawa ke kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dimintai keterangan oleh PPNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penyidik telah menetapkan pelaku pemilik tambang inisial HS menjadi tersangka penambang tanpa izin di dalam kawasan hutan, dan perkara ini dilimpahkan ke Direktorat Penegakan Hukum Pidana KLHK di Jakarta.

Saat ini, tersangka disangkakan melanggar pasal 109 UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkugan Hidup dan pasal 89 UU No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan acaman sanksi pidana penjara maksimal 15 (lima belas) tahun dan denda maksimal 10 miliar rupiah.

"Terhadap tersangka telah dilakukan pemeriksaan. Saat ini HS telah ditahan di salah satu Rutan di Jakarta," ujar Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, (14/7).

Yazid mengatakan, perkara itu akan dikembangkan untuk mengungkap dan memproses hukum aktor intelektual serta para pihak yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut. Termasuk pihak-pihak yang menghalangi proses penegakan hukum yang dilakukan. Kami akan berkoordinasi dengan aparat hukum lainnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono menyampaikan, kegiatan operasi ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Baik dari kegiatan penambangan ilegal, pengunaan kawasan secara tidak sah, maupun kebakaran hutan. Sustyo menambahkan, penegakan hukum terhadap pelaku penambangan illegal harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya.

"Mereka tidak hanya merugikan Negara, tapi mereka telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa. Ini kejahatan luar biasa," ujar Sustyo. (OL-2)

BERITA TERKAIT