Pemerintah Jamin Kelanjutan Operasi


Penulis: Try - 14 July 2018, 11:22 WIB

CHIEF Executive Officer Freeport-McMoran Inc (FCX), Richard Adkerson, menyambut positif kesepakatan dengan pemerintah Indonesia yang menjamin keberlangsungan operasi pertambang-an PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua.

Dengan perjanjian itu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan FCX sebagai pemegang saham sepakat melanjutkan program jangka panjang yang sedang dan akan dijalankan PTFI.

"Kami bangga dengan yang telah kami capai selama lebih dari 50 tahun dan kami menantikan masa depan selanjutnya," kata Adkerson seusai penandatanganan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) antara FCX dan Inalum di Jakarta, Kamis (12/7).

Inalum dan FCX telah melakukan penandatanganan HoA terkait dengan penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI ke Inalum. Kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi 51% dari semula 9,36%.

Pokok-pokok perjanjian itu selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara pemerintah Indonesia, Pemprov Papua, dan Pemkab Mimika, yakni pemerintah daerah akan mendapat saham 10% di PTFI.

Adkerson memastikan perpanjangan operasi melalui perubahan kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus operasi produksi (IUPK-OP) dengan kurun maksimal 2x10 tahun atau 2041 tersebut bisa memberikan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah serta dividen ke Inalum hingga melebihi US$60 miliar.

Dalam pandangan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, wacana PTFI mencari pendanaan melalui pasar modal setelah divestasi 51% saham kini bisa didalami kembali.

"Saya belum mendapat info apa pun dari segi valuasi. Jadi, saya belum bisa cerita banyak. Baru kemarin tanda tangan dan tidak ke wilayah bursa. Saya harus meyakinkan dulu entah itu dari publik dan lainnya," ujar Yetna di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Kemarin, sehari setelah penandatanganan kesepakatan pembelian 51% saham PTFI oleh Inalum, perdagangan saham-saham anak usaha Inalum mengalami penguatan di bursa.

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk menguat 50 poin (5,81%) menjadi Rp910 dari sebelumnya Rp860 per lembar. Saham PT Timah Tbk juga naik 1,22% dari sebelumnya Rp820 menjadi Rp830 per lembar.

BERITA TERKAIT