Perilaku Arogan AKBP M Yusuf Akibat Lemahnya Sistem Kontrol Polri


Penulis: Akmal Fauzi - 14 July 2018, 10:43 WIB
Istimewa
Istimewa

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, perilaku arogan AKBP Yusuf yang menendang seorang ibu yang diduga mencuri di minimarket sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan.

Kejadian itu, kata Neta, akibat lemahnya sistem kontrol di Polri. Meski sistem pendidikan di Polri cukup baik, menurutnya, mentalitas sejumlah anggota belum membaik.

"Semua ini terjadi akibat lemahnya sistem kontrol di Polri dan atasan kerap tidak peduli dengan bawahan. Akibatnya, bawahan cenderung seenaknya sendiri," kata Neta saat dihubungi, Sabtu (14/7)

Tidak hanya itu, ia nilai perlakuan aparat itu bertolakbelakang dengan misi Polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

“Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi Polisi,” ujarnya

Menurut Neta, Polri jangan hanya mencopot jabatannya saja, tetapi sudah seharusnya AKBP Yusuf dipecat keanggotannya dari institusi Polri.

“Kemudian diproses hukum hingga ke pengadilan. Setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” terang Neta.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel, nomor ST 1786/II/2018 Yusuf dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit PAM Obvit dan dimutasi ke Perwira Menengah Pelayanan Masyarakat Polda Babel dalam rangka pemeriksaan.

Neta berpandangan, hal ini perlu dilakukan oleh Polri sebagai contoh kepada Masyarakat bahwa tidak boleh ada seorangpun bertindak arogan.

“Jika dibiarkan oknum tersebut akan menjadi monster bagi masyarakat,” ujarnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT