Berkat Aplikasi Rehab, Aryo Maulana Raih Penghargaan BNN


Penulis:  Micom - 12 July 2018, 20:05 WIB
Ist
Ist

BADAN Narkotika Nasional (BNN) memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang aktif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Ketua Yayasan Generasi Indonesia Emas (YGIE) Aryo Maulana menjadi salah satu yang mendapat penghargaan.

enghargaan berdasarkan keputusan Kepala BNN Nomor:KEP/332/VII/PM.00/2018/BNN diberikan Kepala BNN Irjen Pol Drs Heru Winarko dan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2018 di Balai Besar Rehabilitasi Lido, Bogor, Jawa Barat.

Aryo dinilai berjasa dalam menyosialisasikan program P4GN melalui program aplikasi teknologi informasi bernama 'Rehab Plus Apps' yang dapat dimanfaatkan bagi korban penyalahguna narkoba atau pecandu agar sembuh dari ketergantungan narkoba.

Kepala BNN Heru Winarko menyatakan, pihaknya berharap komponen masyarakat menyatu dalam memberantas narkoba.

"Saya berharap agar seluruh bangsa menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan narkoba demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba," kata Heru usai penyerahan penghargaan di Lido, Kamis (12/7).

Aryo elalui YGIE telah menciptakan 'Rehab Plus Apps' sebagai media bagi para pecandu narkoba untuk berkonsultasi secara daring.

"YGIE telah melakukan kerja sama strategis dengan BNN untuk terus mendukung program anti narkotika nasional di sektor informasi dengan memanfaatkan media sosial secara online. Aplikasi 'Rehab Plus Apps' bisa memberi bantuan bagi pengguna yang mau sembuh," kata Aryo.

Menurut dia, aplikasi itu selain membantu korban penyalahguna narkoba juga dapat dimanfaatkan sebagai kolektif data. Sehingga operator dapat merumuskan sebarapa besar korban penyalahguna narkoba di daerah tertentu.

"Tujuannya mengembalikan mereka (pecandu) menjadi masyarakat Indonesia seutuhnya.

Aplikasi tersebut juga bisa memberikan pendidikan bagi orang yang menggunakannya, termasuk dampak negatif mengonsumsi narkoba," terang Aryo.

Program yang diluncurkan pada 15 Desember 2017 itu mampu memberi motivasi para pengguna yang mau sembuh dengan adanya fitur komunikasi antara pengguna dengan tim konseling yang ada.

"Aplikasi ini selain memberikan informasi secara online juga bisa memberikan pendidikan bagi orang yang menggunakannya. Bagi pecandu banyak yang tidak tahu dampak penyalahgunaan narkoba. Dengan aplikasi ini jadi tahu," pungkasnya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT