Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Terbanyak di Sulawesi Selatan


Penulis: Nur Aivanni - 12 July 2018, 22:35 WIB
MI/ROMMY PUJIANTO
MI/ROMMY PUJIANTO

ANGGOTA Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang paling banyak terdapat dugaan kasus pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Hal itu berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang digelar di 171 daerah.

"Dari data yang masuk, temuan dan laporan tertinggi di Sulawesi Selatan," kata Ratna dalam konferensi pers di Media Center Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (12/7).

Total dugaan pelanggaran Pilkada di Sulawesi Selatan sebanyak 506, dengan rincian 220 adalah kasus yang dilaporkan dan 286 adalah temuan pengawas pemilu.

Sementara itu, secara keseluruhan Bawaslu mencatat temuan dan laporan dugaan pelanggaran dalam Pilkada Serentak 2018 yang ditindaklanjuti sebanyak 3133 kasus. Total tersebut merupakan temuan dan laporan atas pelanggaran pidana, pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, dan pelanggaran hukum lainnya, seperti netralitas ASN dan TNI/Polri.

"Dari 3.133 tersebut, 619 masuk kategori bukan pelanggaran," kata Ratna. Ia pun menyampaikan tahapan yang paling banyak terdapat kasus dugaan pelanggaran adalah tahapan masa kampanye.

Selain itu, Bawaslu juga mencatat terdapat empat daerah yang diduga melakukan pelanggaran politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilkada 2018. Keempat daerah tersebut adalah Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Lampung. (OL-1)

BERITA TERKAIT