Inovasi Telkom dan Lemhanas Raih Penghargaan Internasional


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 12 July 2018, 19:30 WIB
Ist
Ist

DUA organisasi terkemuka di Indonesia mengungguli lebih dari 100 ribu perusahaan di seluruh dunia dengan membawa pulang penghargaan teknologi global.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) memenangi penghargaan EsriSpecial Achievement in GIS (SAG) Award, sebuah penghargaan yang dianugerahkan kepada instansi yang sudah memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) secara kreatif dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jack Dangermond, Pendiri dan Presiden Esri, perusahaan raksasa dunia yang bergerak di bidang pemetaan, melontarkan pujiannya kepada Telkom dan Lemhanas pada even geospasial terbesar di dunia, 2018 Esri International User Conference, di San Diego, Amerika Serikat.

Dua organisasi ini dianggap berhasil mendemonstrasikan visi yang menghasilkan bentuk kepemimpinan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

CEO Esri Indonesia, Dr A Istamar, mengatakan, pencapaian luar biasa dua organisasi ini akan menginspirasi banyak pihak di seluruh dunia dan memacu mereka untuk memanfaatkan teknologi GIS dalam rangka menguatkan kegiatan operasional mereka.

"Penghargaan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia terus membuktikan kemampuannya sebagai pusat inovasi teknologi tingkat dunia untuk pengembangan augmented reality, dan juga big data," ujar Istamar dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (12/7).

Telkom dan Lemhanas menjadi panutan tingkat global berkat pemanfaatan GIS secara inovatif dalam mengolah big data.

“Kami bangga karena dapat mendukung mereka dalam perjalanan ini. Pendekatan inovatif yang dilakukan Telkom dengan teknologi GIS untuk meningkatkan basis pelanggan mereka di tengah persaingan pasar yang sangat ketat di Indonesia akan menjadi blue print bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi utama di dunia. Demikian pula dengan Lemhanas RI. Lembaga ini menggunakan model prediktif dinamis dengan memanfaatkan big data dari seluruh Indonesia yang dikembangkan secara spasial. Inovasi ini membantu para pembuat keputusan mengembangkan dan mensimulasikan dampak yang dapat timbul dengan menggunakan skenario if/then," kata Istamar.

Telkom menggunakan teknologi GIS untuk mendapatkan masukan akan kemampuan memberikan layanan utama dan kritikal untuk produk IndiHome. IndiHome merupakan layanan ISP ke rumah-rumah melalui jaringan serat optik. IndiHome menawarkan paket layanan telepon, internet, dan televisi kabel.

Dengan menggunakan pendekatan geospasial, Telkom dapat memetakan dan menganalisis di mana pelanggan lama dan pelanggan potensial berlokasi dalam kaitannya dengan Optical Distribution Points (ODP). Informasi yang terkumpul memberikan gambaran yang gamblang mengenai kapasitas jaringan, prospek pelanggan, dan ancaman dari pesaing. Dengan demikian, Telkom dapat membuat model rencana peluncuran infrastruktur layanan secara optimal untuk suatu wilayah tertentu.

Selain itu, Telkom juga mengembangkan program keterlibatan pelanggan yang efektif dengan target yang sangat jelas. Dengan bantuan teknologi GIS, Telkom, melalui program keterlibatan pelanggan ini, berhasil menggandakan jumlah pelanggan IndiHome dari 2 juta menjadi 4 juta pelanggan. Melalui penggunaan berkesinambungan dari teknologi ini, Telkom memproyeksikan dapat menarik 5 juta pelanggan hingga akhir tahun ini.

"Sejak diimplementasikan pada Indihome, kami terus melihat kemajuan berarti dalam hal produktivitas dan efisiensi. Teknologi ini membantu para staf dan manajemen dalam membuat keputusan penting," jelas Arif Rachman, Manager Big Data External Service Strategic and Design Telkom.

Dengan teknologi GIS, Lemhanas mengembangkan Sistem Pengukuran Ketahanan Nasional atau Siskurtannas. Sistem ini mengukur tiga dimensi ketahanan negara: Astagatra, wilayah/spasial dan waktu.

Siskurtannas memetakan, menganalisis dan memberikan informasi dalam bentuk peta dengan visualisasi dinamis dan interaktif. Peta ini mendukung kemampuan teknologi augmented intelligence dan sangat membantu proses pengambilan keputusan oleh para pejabat tinggi negara.

Data yang ditampilkan di dashboard tersaji secara real time dan menunjukkan ukuran ketahanan di wilayah tertentu, sehingga negara dapat lebih baik dalam menghadapi dan merespon situasi genting.

"Siskurtannas secara signifikan meningkatkan level ketahanan negara di tingkat regional dan nasional. Sistem ini membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi ancaman yang ada, selain memberi kita masukan yang sebelumnya tak bisa kita dapatkan. Sistem ini menunjukkan betapa luar biasa peran integral yang dimainkan teknologi GIS dalam membantu kami mengambil keputusan berbasiskan informasi yang akurat yang membawa dampak luas bagi inisiatif keamanan nasional," tegas Marsma TNI Ade Dian Suryacandra, Kepala Labkurtannas Lemhanas. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT