Tiga Singa tidak akan lagi Mengalah


Penulis: Satria Sakti Utama - 13 July 2018, 06:45 WIB
 AFP PHOTO / Mladen ANTONOV
AFP PHOTO / Mladen ANTONOV

INGGRIS dan Belgia akan menggelar reuni singkat pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2018, Sabtu (14/7) malam. Kedua tim sempat bertemu di penyisihan Grup G akhir Juni lalu dan Belgia keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.

Namun, di pertemuan kedua, Inggris tidak akan ‘menga­lah’ seperti di penyisih­an grup. Skuat Gareth Southgate setidaknya ingin mempersembahkan kemenangan pascakekalahan menyakitkan dari Kroasia di semifinal pada Kamis (12/7) dini hari.

Skuat ‘Tiga Singa’ disebut sengaja mengalah saat melawan Belgia pada laga terakhir Grup G tersebut. Tujuannya ialah menargetkan sisi bagan babak sistem gugur yang lebih mudah.

Harapan Inggris tercapai. Mereka hanya bersaing dengan lawan-lawan relatif mudah di babak knockout. Mereka hanya bersua Kolombia di babak 16 besar dan Swedia di babak selanjutnya. Bandingkan dengan Belgia yang harus bersusah payah mengatasi perlawanan Jepang dan juara lima kali juara dunia, Brasil.

Akan tetapi, nasib menjodohkan kedua negara. Seribu cara Inggris mencari jalan mudah menuju partai final, nasib baik mereka akhirnya terhenti di tangan Kroasia pada babak empat besar.

Padahal, Harry Kane dan kolega jauh diunggulkan daripada Kroasia. Ekspektasi pada mereka pun sangat tinggi. Namun, Inggris harus menerima kenyataan kalah 1-2 setelah dipaksa memainkan babak tambahan.

Sementara itu, generasi emas Belgia akhirnya terhenti di babak yang sama sehari sebelumnya. Eden Hazard dan kawan-kawan harus menyim­pan impian merebut trofi Piala Dunia setelah disingkirkan Prancis dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Samuel Umtiti di menit ke-53.

Surat Southgate
Langkah Inggris yang terhenti di babak semifinal Piala Dunia menimbulkan kekecewaan mendalam untuk banyak pihak, tak terkecuali bagi pemain dan staf kepelatihan. Harapan untuk mengangkat kembali trofi Piala Dunia setelah lebih lima dekade lalu menghilang akhirnya pupus. Inggris pertama dan terakhir kali merebut gelar juara Piala Dunia pada 1966.

Untuk meringankan kesedihan timnya, Southgate pun ternyata mengirimkan surat dengan tulisan menyentuh kepada stafnya. Salah satu staf Jim Lucas membagikannya di akun media sosial pribadinya.

‘Anda telah menyimpan itu dengan brilian. Lanjutkan apa yang Anda lakukan dan saya harap Piala Dunia ini membawa hal tak terlupakan untuk Anda’, tulis pelatih 47 tahun ini pada petikan suratnya.

Aksi Southgate tersebut mendapatkan apresiasi positif dari anak asuhnya. Salah satunya Marcus Rashford. “Anda membawa kepercayaan hati dan cinta terhadap sepak bola kembali lagi. Terima kasih bos dari seluruh pelosok negara ini,” cicit penyerang milik Manchester United ini pada akun media sosial pri­badinya.

Pendekatan personal diharapkan dapat memperbaiki mentalitas tim jelang melawan Belgia. Inggris harus memenangi pertandingan kali ini untuk menciptakan pencapaian terbaik sejak Piala Dunia 1966. Jika kalah dan hanya pulang dengan status peringkat keempat, Inggris akan menyamai prestasi pada Piala Dunia 1990 di Italia. (AFP/Guardians/R-1)

BERITA TERKAIT