Freeport McMoran Siap Beri 70% Keuntungan kepada Pemerintah RI


Penulis: Tesa Oktiana Surbakti - 12 July 2018, 20:30 WIB
MI/M. Irfan
MI/M. Irfan

PEMERINTAH Indonesia dan Freeport McMoran Inc (FCX) baru saja menandatangani pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement) terkait proses peralihan sebagian kepemilikan saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Adanya kepastian investasi kemudian mendorong Freeport McMoran Inc untuk menyerahkan lebih dari 70% keuntungan dari operasi PTFI kepada Pemerintah Indonesia.

"Keuntungan di masa depan untuk Pemerintah Indonesia akan meningkat signifikan berdasarkan kalkulasi kami saat ini. Dengan adanya iktikad pemerintah menjamin kepastian investasi, kami memperkirakan keuntungan langsung untuk Pemerintah Indonesia lebih dari 70%. Keuntungan yang diperoleh Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dan dividen untuk Inalum, akan berkisar US$60 miliar-US$90 miliar. Itu mengacu proyeksi harga tembaga di masa mendatang," ujar Presiden dan Chief Excecutive Officer Freeport-McMoran Inc, Richard Adkerson, dalam konferensi pers bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja di Jakarta, Kamis (12/7).

Lebih lanjut Richard menjelaskan, 70% keuntungan yang akan diperoleh Pemerintah Indonesia, berasal dari komponen pajak, royalti, dan dividen kepada Inalum. Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PTFI membukukan pendapatan sebesar US$4,44 miliar atau naik dari capaian 2016 sebesar US$3,29 miliar.

Sementara, laba bersih perusahaan per 2017 tercatat meningkat dari US$579 juta menjadi US$1,28 miliar. Menyoroti pendapatan Inalum yang tak lama lagi mencaplok saham PTFI, induk holding tambang tersebut membukukan pendapatan sebesar US$3,5 miliar dengan laba bersih konsolidasi US$508 juta.

"Kami di FCX dan PTFI akan menjaga komitmen untuk menyediakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menjadi karyawan, kontraktor dan supplier, serta memperluas manfaat yang diperoleh penduduk lokal di Papua. Kami juga berkomitmen melanjutkan operasi (PTFI) dengan standar tinggi dengan tetap bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lingkungan sekitar," imbuh Richard yang mengapresiasi penandatangan HoA sebagai langkah positif yang menguntungkan kedua belah pihak.

Setelah PTFI beroperasi lebih dari 50 tahun di Indonesia, Adkerson memandang kerja sama dengan pemerintah semakin berdampak positif terhadap pengembangan wilayah terpencil yang menjadi lokasi salah satu operasi tambang terbesar di dunia.

Pihaknya pun siap bersinergi dengan Inalum pasca divestasi saham rampung, sebagai babak baru pengoperasian wilayah tambang dengan cadangan terbukti (proven) tembaga 38,8 miliar Pounds, emas sebesar 33,9 juta troy ounce (toz), dan perak sebesar 153,1 juta toz.

"Inalum sebagai BUMN yang bergerak di sektor pertambangan, akan memperkuat kinerja kami dalam mengoperasikan grasberg. Kami berupaya memaksimalkan values untuk semua stakeholder. Termasuk berkomitmen menyukseskan public private partnership ini. Dengan begitu, investor global merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia setelah melihat pencapaian kami," tandasnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT