Presiden Minta Koperasi Melek Teknologi Digital


Penulis: Rudy Polycarpus - 12 July 2018, 20:25 WIB
img
ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi perkembangan koperasi Indonesia sudah mulai meningkat dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB)

"Kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48% dari sebelumnya 3,99%. Ada peningkatan yang cukup baik tetapi belum melompat belum meloncat. Kita inginkan sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki," ujarnya saat membuka Pameran Koperasi dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (12/7).

Namun, sambung dia, koperasi masih ketinggalan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang perkembangannya sangat cepat dan dinamis.

Ia mencontohkan penggunaan media sosial sebagai platform melebarkan sayap koperasi. Menurutnya, kemampuan anggota koperasi memanfaatkan media sosial dan teknologi digital harus lebih ditingkatkan. Dengan aktif memanfaatkan media sosial dan teknologi digital di internet, Presiden meyakini koperasi akan lebih berkembang pesat. Karena, lanjutnya, internet tidak lagi mengenal hambatan jarak.

"Mulai dulu dengan semua anggota koperasi pintar pakai WA. Kemudian pastikan koperasi pasang laman pasang laman di Instagram, di Twitter, Facebook. Harus mengerti mana postingan menarik yang memukau perhatian masyarakat," tandasnya.

Terakhir, Jokowi juga meminta koperasi berjualan lewat aplikasi belanja online seperti Lazada, Tokopedia, dan Bukalapak.

"Atau membuat online store sendiri karena anak-anak muda sekarang semuanya seperti itu. Perkembangan seperti ini harus kita lihat semua bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Presiden berharap suatu saat akan ada koperasi di Indonesia yang mampu tumbuh dan berkembang dengan perputaran uang yang sangat besar.

Menurut Jokowi, selama ini koperasi yang ada di Indonesia mayoritas hanya mampu menggalang dana dalam jumlah kecil. Padahal, potensi koperasi untuk menjadi besar sangat terbuka.

Ia meminta insan koperasi berguru ke negara-negara maju. Ia menyebut Koperasi Fontera yang ada di Selandia Baru. Menurut dia, koperasi ini berhasil menunjukan eksistensinya di bidang produksi susu dan produk olahan dari susu.

"Bersama 10.500 petani di Selandia Baru menghasilkan omset 17,2 miliar dolar Selandia Baru atau sekitar Rp165 triliun ini koperasi per tahun omsetnya. Coba datangi saja cara memulainya dari apa dan kenapa kuncinya. Mereka bisa kenapa kita tidak," ujarnya.

Contoh lain, kata Jokowi, adalah Ocean Spray dari Amerika Serikat. Koperasi ini berhasil mengembangkan pemasaran buah cranberry dari para petani.

Ocean Spray kemudian mengembangkan produk olahan dari buah tersebut mulai dari minuman jus, kismis, hingga buah-buahan kering. Koperasi ini pun kini berhasil meraup laba setiap tahun hingga miliaran dolar AS.

Presiden pun berharap agar koperasi bisa menjadi sebuah wadah dengan skala ekonomi besar yang memiliki efisiensi produksi dan distribusi, bahkan menjadi wadah untuk inovasi.

"Koperasi selayaknya menjadi tempat para anggota belajar bersama mengenai marketing, mengenai variasi produk. Inilah sistem ekonomi gotong royong yang ingin kita kembangkan terus dengan menebarkan pengetahuan informasi-informasi terkini dan mengembangkan keterampilan baru anggotanya," pungkasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Ketua Dewan Koperasi Nasional Nurdin Halid.

Sementara itu Menteri Puspayoga mengatakan, guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, pihaknya menjalankan reformasi melalui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan dan manfaat kepada anggotanya.

"Empat tahun berjalannya reformasi koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaannya. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi," tandasnya.

Dalam acara ini juga, Presiden menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan kepada 9 penerima. Selain itu, Presiden juga menyerahkan Satyalancana Wirakarya kepada 10 orang. (OL-1)

BERITA TERKAIT