36 Hari Jelang Asian Games, TransJakarta Masih Hitung Jumlah Armada Tambahan


Penulis: Yanurisa Ananta - 12 July 2018, 16:45 WIB
img
AFP PHOTO / ABDUL QODIR

PENYELENGGARAAN pesta olahraga Asian Games 2018 tinggal 36 hari lagi. Gubernur DKI Jakarta menyatakan, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sudah menyiapkan 1.500 armada untuk menampung masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di venue Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat dan Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. 

Namun, hingga kini PT TransJakarta masih melakukan survei titik-titik shuttle bus dan jumlah armadanya.

“Tambahannya kita belum tahu berapa. Kita secara regular memang sudah mengoperasikan 1.500 unit setiap harinya dari total 2.000 unit yang kita miliki. Ini sekarang sedang disurvei berapa yang kita butuhkan,” kata Head of Communication PT TransJakarta Wibowo, Kamis (12/7).

Survei TransJakarta juga terdiri dari penghitungan berapa jumlah permintaan masyarakat ke tempat wisata, hotel-hotel, park and ride dan juga untuk atlet. 

“Kemarin itu kan ada 300 bus untuk atlet. Belum untuk bus wisata, mereka yang ke hotel-hotel dan park and ride,” tambahnya.

Penghitungan jumlah armada juga mempertimbangkan permintaan ke tempat-tempat wisata. Misalnya, lanjut Bowo, ada permintaan ke tempat wisata Setu Babakan maka TransJakarta harus memikirkan aksesnya dan di mana perputarannya nanti. Juga jenis bus yang akan dikerahkan.

“Kalau kea rah Kota Tua itu kan sudah pasti bus wisata yang tingkat. Untuk atlet kita bisa pakai yang jenis royal dan yang menuju hotel dan park and ride bisa pakai bus single atau low entry,” tuturnya.

Saat ini, TransJakarta juga tengah menunggu titik-titik kantung parkir yang ditentukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Pasalnya, Kawasan GBK nantinya akan bebas dari parkir kendaraan. Masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan harus menggunakan fasilitas moda transportasi umum.

“Masih dihitung Dishub. Termasuk parkirnya nanti berbayar atau tidak. Soal antisipasi penumpukan TransJakarta nanti kepolisian yang koordinasi,” ucapnya.

Belum diketahui kapan bisa dipastikan jumlah armada bus yang dikerahkan selama Asian Games sekaligus shuttle-nya. Penambahan jumlah armada juga akan menggunakan para pengemudi baru yang tengah memasuki masa perekrutan.

“Kita kan buka lowongan baru juga untuk driver juga petugas on board. Perekrutan dilakukan bukan semata untuk Asian Games tapi karena ada kebutuhan regular,” tutur Wibowo. (OL-3)

BERITA TERKAIT