HUT ke-20, SPI Luncurkan Benih Padi Unggul SPI 20


Penulis: Micom - 12 July 2018, 15:57 WIB
img
DOK SPI

PERINGATAN perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Serikat Petani Indonesia (SPI) ditandai dengan peluncuran benih padi unggul SPI 20. Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan, benih padi SPI 20 adalah salah satu bentuk keberhasilan petani-petani SPI dalam usahanya menegakkan kedaulatan benih untuk kedaulatan pangan.

“Selama 20 tahun, SPI telah komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan petani anggotanya. Kehadiran benih SPI 20 ini, yang ditangkarkan dan digagas oleh petani SPI merupakan salah satu contoh capaian yang sudah dicapai organisasi ini,” papar Henry kepada ribuan massa SPI yang hadir dalam puncak peringatan perayaan HUT SPI ke-20 di di Lapangan Desa Klanderan Kecamatan PlosoklatenKediri, Jawa Timur, Kamis (12/7) pagi, seperti dilansir keterangan resmi.

Henry melanjutkan, di usianya yang ke-20 SPI sudah banyak berkiprah untuk mewujudkan keadilan agraria dan kesejahteraan petani melalui praktek-praktek perbenihan dan produksi pertanian secara agroekologis dan koperasi. SPI juga turut berperan aktif untuk mengusulkan dan mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan distribusi lahan dan kedaulatan pangan. 

“Bagi SPI, kemandirian ekonomi petani tersebut hanya bisa dicapai dengan menerapkan konsep reforma agraria dan kedaulatan pangan, diantaranya melalui penguasaan masyarakat tani atas tanah dan benih sendiri sebagai alat produksi mereka, proses produksi secara agroekologis dan koperasi sebagai kelembagaan ekonomi kolektif petani," sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jawa Timur Nurhadi Zaini. Ia menuturkan SPI, khususnya SPI Jawa Timur akan terus berjuang dalam mewujudkan kedaulatan pangan dengan melaksanakan sistem produksi pangan berbasis agroekologi sebagai suatu sistem pertanian yang menyeluruh dan mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat pertanian. 

“Sistem pertanian ini tidak menggunakan benih produksi korporasi, pupuk dan obat-obatan kimia, tetapi menggunakan benih petani, pupuk dan obat-obatan alami, pengetahuan tradisional yang ada di sekitar tanah pertanian dan adat petani,” tuturnya.

Nurhadi Zaini melanjutkan, dengan agroekologi keluarga petani akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan sosial, alam menjadi lestari, lingkungan terjaga dan juga menghentikan ketergantungan petani terhadap produk korporasi.

Distribusi melalui koperasi

Kusnan, petani SPI penangkar benih asal Tuban, Jawa Timur, menjelaskan benih padi unggul SPI 20 adalah padi silangan dari padi pendok dan padi IR 64, yang sudah bisa dipanen 75 hari setelah tanam. 

“Rata-rata hasil panennya adalah enam ton per hektar, dan berpotensi delapan ton per hektar. Bahkan di ujicoba di beberapa daerah, ada kenaikan signifikan dalam setiap panennya. Benih padi unggul SPI 20 tahan terhadap serangan wereng batang coklat, dan tidak disukai tikus, juga tahan terhadap hawar daun bakteri  seperti kresek, xanthomonas,  dan blas. Padi ini juga tahan kekeringan, dan sangat cocok ditanam di sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Nasinya wangi pulen,” paparnya.

Kusnan menambahkan, untuk distribusinya, benih padi SPI 20 bisa didapatkan di Koperasi Petani Indonesia (KPI, koperasinya SPI).

“Koperasi adalah bentuk ideal untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi kaum tani, yang memutus mata rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak. Berorganisasi di SPI dan membentuk koperasi insya Allah bisa mewujudkan kedaulatan mulai dari daulat benih, daulat pangan, dan daulat ekonomi,” tutupnya. (RO/OL-3)

BERITA TERKAIT