Jumlah Pengguna SKTM di Jateng Naik Jadi 78.404


Penulis: Akhmad Safuan - 12 July 2018, 08:03 WIB
ANTARA/Aditya Pradana Putra
ANTARA/Aditya Pradana Putra

JUMLAH pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memasuki jalur prioritas SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah (Jateng) bertambah menjadi 78.404. Karenanya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan akan mencoret dan memgeluarkan siswa yang sudah diterima jika ditemukan menggunakan SKTM palsu.

Pemantauan Media Indonesia hingga Kamis (12/7) dini hari, ribuan calon siswa SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah masih berharap-harap cemas menunggu hasil akhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diumumkan secara daring pada pukul 23.55 WIB, karena sebelumnya pengumuman tersebut sempat ditunda sehubungan belum rampungnya verifikasi SKTM di beberapa daerah.

"Sambil menunggu siaran sepak bola Piala Dunia, ramai-ramai menunggu hasil terakhir pengumuman seleksi PPDB," kata Bimo,15, calon siswa SMA negeri di Semarang Barat, Kota Semarang.

Pengumuman PPDB secara daring sempat terhenti pukul 22.00 WIB dan baru dapat diakses lagi sekitar pukul 23.30 WIB. Dari data yang masuk  tersebut hasil akhir pada pukul 23.55 WIB tidak banyak berubah dibandingkan dengan beberapa jam sebelumnya.

Tiga sekolah yang sebelumnya sempat terkena damprat Gubernur Ganjar Pranowo tidak banyak berubah data calon siswa miskin yang diterima, rata-rata jumlah siswa miskin mendekati 100% dari daya tampung sekolah.

Sekolah Menengah Atas Negeri Mojogedang, Karanganyar pada jurusan MIPA dari daya tampung 144 kursi jumlah siswa miskin ditetima 128 orang, SMK Negeri 1 Blora dari beberapa jurusan seperti tekhnik permesinan, kontruksi, pengelasan, listrik, permesinan kantor ringan jumlah siswa miskin yang diterima 100%, demikian juga SMK Negeri 1 Purwokerto juga 100% siswa miskin.

Sebelumnya, Ganjar mengatakan jumlah calon siswa miskin pengguna SKTM mengalami peningkatan dari sebelumnya telah dicoret dari daftar penerima sebanyak 78.065 orang menjadi 78.404 orang calon siswa atau masih bertambah 359 pengguna SKTM pada Rabu (11/7).

"Saya ingatkan pada orangtua jangan bohong. Jangan ajarkan anak kita berbohong. Jika masih nekat, risikonya, kami siap coret dan keluarkan meski sudah diterima," tegas Ganjar. (OL-2)

BERITA TERKAIT