BPOM Awasi Pangan Dukung Asian Games


Penulis: Syarief Oebaidillah - 11 July 2018, 22:20 WIB
Ist
Ist

MENJELANG perhelatan akbar Asian Games 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan BPOM Pusat Republik Indonesia menggelar penyuluhan keamanan pangan di berbagai lokasi kuliner kota Palembang, Sumatra Selatan.

Penyuluhan keamanan pangan saat Asian Games ini dilakukan kepada 1.166 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, seperti penjual pempek, jasa boga, restoran saji, hingga pedagang kaki lima yang ada di Palembang.

Pemeriksaan keamanan pangan terhadap produk yang dijual menggunakan alat uji kit formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow.

Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito, mengemukakan, Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 harus aman dan memiliki makanan yang berkualitas, seperti nutrisi makanan yang ada harus seimbang bukan sekadar membuat.

"BPOM berkontribusi dalam Asian Games 2018, seperti memantau keamanan pangan yang di konsumsi di Palembang dan sekitarnya, pencegahan sudah kita lakukan berupa memberikan edukasi kepada para produsen pangan," ungkap Penny melalui keterangannya, Rabu (11/7).

Penny berharap, pelaku usaha di Palembang memiliki daya saing tinggi dengan cara menyediakan kemasan yang menarik dan produk bermutu agar dapat di ekspor ke seluruh penjuru dunia, dan bisa meningkatkan income atau pendapatan ekonomi lokal dan ekonomi nasional.

"Jika makanan di Palembang berkualitas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPOM membantu produk-produk Palembang bisa berdaya saing, jika belum punya izin edar MD kita akan bantu untuk alur produksinya," tegasnya.

Namun ia mengingatkan untuk makanan di Palembang masih ada yang harus diwaspadai karena terdapat beberapa temuan produk makanan rumahan yang menggunakan formalin seperti tahu dan mi, untuk pempek tidak ada yang memakai formalin tetapi ada potensi.

Merespons hal itu, pihaknya akan mensosialisasikanan alat pengganti formalin, penggantinya dengan teknologi pendinginan dan palata, tetapi untuk palata sedang proses izin untuk kelayakan.

Saat ini pihaknya berupaya melakukan penegakkan penataan pengelola formalin agar tidak masuk untuk makanan, karena formalin bukan untuk makanan.

"Apabila ada pihak yang tertangkap menggunakan formalin terancam dipidana dua tahun dan denda Rp4 milliar, saat ini tempelan stiker pangan aman sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Terutama pada saat Asian Games nanti," pungkasnya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT