Petani Sedot Air Sungai Serayu


Penulis:  (LD/RF/BB/N-3) - 12 July 2018, 04:45 WIB
MI/Liliek
MI/Liliek

DAMPAK kekeringan yang terjadi di Banyumas, Jawa Tengah, mulai dirasakan para petani. Areal pertanian milik mereka mulai kekeringan sehingga para petani menyedot air dari Sungai Serayu.

Sandireja, 65, petani di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, mengungkapkan dalam sepekan terakhir ia mulai menyewa mesin pompa air. “Saya menyewa pompa air Rp25 ribu. Setiap harinya saya harus menyiram lahan yang akan ditanami jagung,” ujarnya, Rabu (11/7).

Sementara itu, Karsiwan, petani dari Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, harus memompa air untuk menyirami tanaman padi miliknya agar tidak puso. “Saat sekarang ini tidak ada hujan sehingga petani di sini memopa air dari Sungai Serayu. Kami mengeluarkan uang lebih untuk biaya sewa pompa air dan BBM,” kata Karsiwan.

Sementara itu, dari Cilacap dilaporkan, penyaluran air bersih untuk wilayah-wilayah yang kekeringan terus dilakukan. “Hari ini kami menyalurkan air bersih ke Dusun Bugel Sampang, Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten. Jumlahnya mencapai 5.000 liter diperuntukkan bagi 112 jiwa di dusun setempat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap, Martono.

Kekeringan juga melanda Provinsi Bangka Belitung. Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, mengaku musim kemarau ini, sejumlah sawah di Babel dipastikan terdampak kekeringan karena merupakan sawah tadah hujan. “Hampir seluruh sawah di Babel merupakan sawah tadah hujan sehingga di musim kemarau akan berdampak kekeringan,” ujar Erzaldi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemkab Cianjur, Jawa Barat, sudah mempersiapkan dini mencegah krisis air. Salah satunya dengan pembuatan sumur-sumur bor di setiap desa. “Dari awal kita sudah mempersiapkan upaya antisipasi menghadapi kekeringan. Caranya dengan membuat sumur-sumur bor di setiap desa. Kami juga berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti untuk mengamankan mata air,” kata Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.   

Selain sumur bor, juga dibangun embung di tiga lokasi, yakni di Kecamatan Cijati, Agrabinta, dan Cibeber. Sejumlah daerah aliran sungai juga diperbaiki, yakni aliran Sungai Cianjur, Cisarua, dan Cibalagung untuk  mengantisipasi­ kekeringan. (LD/RF/BB/N-3)

 

BERITA TERKAIT