Harga Pangan kembali Naik


Penulis:  (WJ/UL/AB/N-3) - 12 July 2018, 03:30 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

DINAS Perdagangan Kota Surakarta, Jawa Tengah, terus mencermati pergerakan­ harga kebutuhan pokok yang terus naik, khususnya telur dan cabai.

Belum diketahui penyebab naiknya harga telur dan cabai ini. “Dari pantauan dinas perdagangan bersama tim Satgas Mafia Pangan Polresta Surakarta belum ada indikasi tingginya harga cabai dan telur akibat kesengajaan seperti penimbunan atau permainan spekulan,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagyo, kepada Media Indonesia, kemarin.Rabu (11/7).

Berdasarkan hasil pantauan, berkurangnya pasokan cabai karena wilayah produsen juga berkurang atau belum memasuki masa panen.

“Pada saat sama, pada bulan-bulan ini sedang tinggi permintaan masyarakat terhadap dua komoditas itu karena sedang ramai hajatan,” ujarnya.

Rata-rata harga cabai merah keriting naik dari Rp27 ribu menjadi Rp32 ribu hingga Rp34 ribu per kg, sedangkan harga telur saat ini dijual Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kg.

Wakil Ketua TPID Surakarta sekaligus pimpinan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto menegaskan pihaknya kini terus melakukan pantauan  pasar. “Khususnya untuk siklus cabai lebih disebabkan­ faktor musim, sedangkan untuk telur terus kita waspadai, seiring kenaikan pasca- Lebaran,” tegasnya.

Tingginya harga telur juga terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Selain telur, ayam potong juga naik. Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi Kota Cirebon, harga telur ayam dijual Rp28 ribu per kg. “Naiknya sudah seminggu ini. Lebaran lalu telur ayam dijual Rp23 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp28 ribu per kg,” kata Rohman, pedagang telur di Pasar Pagi.

Selain telur, harga ayam potong pun mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya harga ayam potong Rp32 ribu per kg kini naik menjadi Rp40 ribu per kg. “Saya mengurangi pemasokan karena percuma jual banyak tidak laku nantinya,” kata Sutrisno, pedagang ayam potong di pasar yang sama.

Kenaikan harga telur juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Pasuruan, Jawa Timur. Tingginya harga telur karena dipicu banyaknya permintaan, sedangkan suplai dari peternakan minim.

Dari penuturan sejumlah pedagang di Pasar Besar Kota Pasuruan, kenaikan terjadi sepekan belakangan. Dari harga awal Rp21 ribu per kg kini menjadi Rp27 ribu per kg.

Meski mengalami kenaikan signifikan, pembeli telur tidak berkurang. “Setiap hari saya membelinya. Untuk jualan di warung karena banyak pembeli yang minta menu pakai telur,” kata Rismawati, pemilik warung makan di Pasar Poncol Pasuruan. (WJ/UL/AB/N-3)

 

BERITA TERKAIT