Mari Bertemu di Sensoji


Penulis: Basuki Eka Purnama - 11 July 2018, 13:43 WIB
img
Foto-foto: Basuki Eka Purnama

DI Tokyo, ibu kota Jepang yang dipenuhi kuil, di antara hutan betonnya, Sensoji merupakan yang tertua. Kuil itu bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 7 menit dari Stasiun Asakusa. Istimewanya, kuil itu juga merupakan tempat salah satu pasar suvenir terbesar serta meeting point paling favorit di ibu kota Jepang, terutama dengan Kaminarimon, lampion merah raksasanya.

Lampion merah itu langsung menarik perhatian saya saat saya berjalan dari Stasiun Asakusa menuju Kuil Sensoji. Sejumlah turis telah antre untuk mengambil gambar mereka dengan latar belakang salah satu ikon Tokyo itu.

Di samping lampion itu, ada dua patung penjaga kuil, yaitu Fujin-sama (dewa angin) dan Raijin-sama (dewa petir).

Ketika Anda melewati lampion yang bertuliskan 'Kaminarimon' atau gerbang petir itu, jangan lupa melihat ke atas. Anda akan melihat seekor naga yang bersembunyi. Naga itu menjadi alasan Kuil Sensoji juga dikenal dengan nama Kinyuzan atau Gunung Naga Emas.

Belanja dan jajan
Setelah melewati Kaminarimon, Anda akan menemui jalan yang berisi berbagai toko suvenir dan makanan. Jalan yang bernama Nakamise Dori itu disebut telah ada sejak era Edo atau abad ke-18.

Nakamise Dori

Setelah melewati godaan, atau justru menuntaskan hasrat berbelanja di Nakamise Dori, Anda akan tiba di Hozomon, gerbang sebenarnya dari Sensoji.

Di sisi kiri dan kanan Hozomon ada dua patung pelindung kuil. Pembuat patung itu berasal dari Kota Murayama di Prefektur Yamagata. Sebagai terima kasih karena rekan sekota mereka ditunjuk untuk membuat patung itu, sekitar 800 warga Murayama setiap tahunnya menganyam dua sandal raksasa yang dipasang di balik Hozomon. Satu sandalnya disebut memiliki berat hingga 2,5 ton.

Abu jenazah
Di sebelah kiri gerbang itu ada pagoda Goju no To yang memiliki tinggi lima lantai. Pagoda ini selalu ditutup untuk turis karena di dalamnya berisi tablet abu dari ribuan warga Jepang.

Setelah melewati Hozomon, tibalah Anda di kuil utama Sensoji atau Hondo. Di kiri dan kanan jalur menuju Hondo ada toko-toko yang menjual merchadise resmi Sensoji yang berupa jimat, scroll, dupa untuk dibakar, dan buku.

Aneka cerita, pun pengalaman itu, tak patut dilewatkan. Jadi, jika pelesir ke Tokyo, mampirlah ke Sensoji! (Bas/M-1)

 

BERITA TERKAIT