Penetapan Pemenang Pilkada Kota Bekasi Ditunda


Penulis: Gana Buana - 10 July 2018, 14:45 WIB
img
ANTARA FOTO/Risky Andrianto

TIM pasangan calon nomor urut 2, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady melayangkan gugatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi ke MahkamaghKonstitusi (MK). Sehingga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menunda penetapan pemenang Pilkada Kota Bekasi 2018.

Pasangan yang didukung oleh koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra itu melayangkan gugatan melalui Tim Advokasi pada Sabtu(7/7) lalu. Gugatan ini menyusul keluarnya hasil rekapitulasi perhitungan dan perolehan suara oleh KPU Kota Bekasi, Jumat(6/7).

“Gugatan ke MK sudah kami layangkan,” kata Ketua Tim Advokasi Nur-Firdaus, Bambang Sunaryo, Selasa(10/7)

Menurut Bambang, alasan tim paslon nomor urut 2 menggugat ke MK didasari sejumlah kekeliruan dalam penyelenggaran Pilkada 2018. Ia juga menilai banyak kejanggalan dalam perhitungan serta perolehan suara yang dilakukan oleh KPU Kota Bekasi.

Saat ini, pihaknya masih dalam tahap menunggu tanggapan MK soal gugatan kemenangan perolehan suara Rahmat-Tri.

Seperti yang diketahui, hasil rekapitulasi perhitungan dan perolehan suara oleh KPU Kota Bekasi membuktikan pasangan Rahmat-Tri menang telak dari Nur-Adhy. Rahmat-Tri memperoleh 697.634 suara, sementara Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus mendapatkan 335.900 suara dari 1.033.534 suara sah.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarheni, membenarkan adanya gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut 2. Menurur Nurul, hal tersebut adalah hak setiap paslon dalam penyelenggaran pesta demokrasi lima tahunan.

KPU Kota Bekasi juga akan menunda penetapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih pada Pilkada 2018. Namun sampai saat ini, Nurul mendapati gugatan tersebut belum terdaftar di situs web MK.

“Sampai hari terakhir ini belum teregister setelah kami cek di website MK,”uja dia.

Ia menambahkan, jika gugatan tersebut sudah terdaftar di MK, maka penetapan Wali Kota Bekasi akan menunggu hasil putusan MK. Sehingga, pelantikan pasangan pemenang terancam tertunda. Namun apabila gugatan tersebut tidak terdaftar dalam perkara MK, KPU Kota Bekasi akan segera melaksanakan penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih.

“Kalau memang gugatannya sudah masuk, kami tunggu putusan MK,” tandas Nurul.(OL-6)

BERITA TERKAIT