1993: Jasad Keluarga Romanov Teridentifi kasi


Penulis: History | BBC | Dok.MI - 09 July 2018, 10:00 WIB
img
Wikipedia

ILMUWAN forensik Ing­gris mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengidentifikasi jasad keluarga Romanov pada 9 Juli 1993. Dinasti Romanov yang sudah berjalan selama tiga abad hancur ketika pasukan Bolshevik mengeksekusi Nicholas dan keluarganya. Setelah itu, tersebar rumor bahwa sang putri bungsu Anastasia selamat dari pembantaian. Ada beberapa orang yang mengklaim sebagai pemilik gelar Grand Duchess Anastasia, tapi yang paling meyakinkan ialah Anna Anderson.

Pada 1991, penyelidik amatir Rusia menemukan tempat yang diperkirakan kuburan mereka. Untuk membuktikan apakah jasad-jasad tersebut memang milik keluarga Romanov, pemerintah Rusia meminta bantuan ahli DNA Inggris. Ada lima perempuan dan empat pria di antara jasad-jasad tersebut. Namun, mereka tak berhasil mengidentifikasi keluarga utuh, hanya jasad milik tsar Rusia terakhir, Nicholas II, istrinya Tsarina Alexandra, dan tiga putri mereka. Empat jasad lain mungkin ialah para pelayan. Untuk mengidentifikasi mereka, para ilmuwan mengambil darah Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II sekaligus sepupu Ale­xandra. Sementara itu, untuk mengidentifikasi tsar, para ilmuwan menggali kuburan Grand Duke George yang merupakan saudara Nicholas. Alexei si putra bungsu dan satu putri masih hilang. Demi menjawab rasa penasaran, para ilmuwan meneliti DNA Anna Anderson dengan menggunakan sampel jaringan milik Anderson dari Rumah Sakit Virginia. Hasilnya negatif, Anderson bukan keluarga Romanov.

BERITA TERKAIT