Belajar jadi Detektif, yuk!


Penulis: Suryani Wandari - 08 July 2018, 03:00 WIB
MI/Duta
MI/Duta

SEBUAH gelas berada di meja dengan air yang tumpah, salah seorang telah menjatuhkannya saat sedang meminum. Namun, sepertinya bukan karena jatuh yang disebabkan ketidaksengajaan lo, ada satu keganjilan. Orang yang meminum air digelas itu mengeluh bibirnya panas. Wah, ada yang jahil nih sobat!

Tak ada yang mengaku melakukannya, para detektif yang sedang mengikuti Workshop Detective Remaja, Minggu (1/7), segera turun tangan mengusut siapa pelakunya nih sobat! Dari tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan kepolisian terdapat data beberapa orang yang saat itu berada di tempat yang sama, polisi tengah menyelidiki dengan beberapa bukti foto barang bawaan beberapa orang yang ada di TKP. Kira-kira siapa pelakunya ya sobat? Ssstt, ini tidak beneran kok sobat, para detektif cilik ini melakukan detective games crime scene simulator dengan kasus kejahilan yang mengoleskan balsem ke cangkir seseorang.

Kisah itu mirip cerita di komik, novel atau film detektif ya, seperti Lie to Me, The Mentalist, Sherlock Holmes, Detective Conan, Kindaichi, dan sebagainya. Kisahnya seru untuk diikuti karena penuh dengan teka teki dan misteri sehingga mengajak pembaca turut menebaknya.

Workshop Detective Remaja yang dilakukan dua hari di Gloria Suites Hotel, Grogol Jakarta Barat, memang berlangsung seru lo. Workshop itu dilatih langsung oleh kak Handoko Gani, seorang lie detector yang memang memiliki sertifikasi keahlian menggunakan alat sejenis poligraf (lie detector) bernama Layered Voice Analysis (LVA), sertifikasi post graduate diploma di bidang Forensic Emotion-Credibility-Deception dari Manchester dan telah dipercaya meningkatkan keterampilan berbagai personel penegakan integritas di instansi pemerintah dan swasta Indonesia lo. Para peserta pun mempelajari dasar detective human lie detector atau mendeteksi kebohongan seseorang.

"Saya tidak memaksa mereka nantinya akan menjadi seorang detektif, tapi keahlian membedakan jujur dan bohong bukan hanya untuk para investigator, tetapi semua orang," kata kak Handoko. Lebih jauh kak Handoko menjelaskan, selain membuat kamu waswas untuk tidak terbujuk ajakan narkoba dan hal buruk lainnya, dengan mengetahui seseorang bohong atau tidak kalian akan lebih memahami dan peduli lawan bicaramu. Lalu, bagaimana cara mendeteksi seseorang berbohong dan merahasiakan sesuatu?

Misteri badut pencuri

Seorang badut dicurigai telah terlibat pada sebuah pencurian di restoran cepat saji sehingga jiwa detektif peserta workshop pun terusik dan memanggil para badut di tempat itu untuk diinterogasi. Celakanya, para badut mengaku sedang berlibur lo.

Detektif cilik ini mewawancarai beberapa badut sambil merekamnya. Untuk mengetahui si badut berbohong atau tidak, mereka harus memecahkan dengan menganalisais gestur tubuhnya tanpa melihat ekspresi wajah karena memang ditutupi topeng. "Pada dasaranya tidak ada tanda pasti kebohongan atau kejujuran. Cara mudah untuk mengetahui bohong atau tidak kita harus mengamati dan peka apakah terdapat perilaku menyimpang dari biasanya yang dilakukan orang tersebut, meskipun seseorang itu mempunyai kebiasaan tertentu," kata kak Handoko.

Pemahaman yang beredar bahwa orang berbohong itu ketika matanya melirik ke suatu arah, misalnya, hal tersebut belum pasti ia berbohong. Bisa saja memang ia biasanya melakukan hal tersebut ketika mengingat sesuatu. Kak Handoko mencontohkan, jika seseorang memiliki bestline atau kebiasaan gaya bicara santai, tetapi saat itu ia bicara kaku, itu bisa dikatakan berbohong, itu pun berlaku pula dengan beberapa gestur lain, misalnya, selalu memainkan tangan saat bercerita dan lainnya.

Curiga dan validasi

Sobat, pernahkah kamu ditegur oleh petugas keamanan di suatu tempat dengan menawarkan bantuan? Rupanya ini merupakan bentuk validasi seorang penjaga atas kecurigaannya kepada kita lo. Iya, kamu sedang dicurigai akan melakukan hal yang tidak sewajarnya lo.

Menurut kak Handoko, bentuk curiga ini merupakan level pertama yang dipelajari detektif dan menjadi sifat dasar setiap detektif. Namun sobat, sikap curiga bukan tanpa alasan lo, melainkan berdasarkan keilmuan, pengalaman, dan observasi mereka. Petugas imigrasi, misalnya, harus mampu menganalisis ribuan pengunjung setiap harinya. Jika ada seseorang dengan sikap mencurigakan, misalnya, ditatap malah menunduk atau malah menghindar, petugas akan membawanya ke ruangan bukan untuk dihukum, melainkan diwawancara dan memvalidasai kecurigaannya, misalnya, apakah ia membawa barang ilegal atau membawa passport palsu. Jangan sampai petugas menghukum yang tidak salah ya sobat, maka dari itu ia harus memastikan kebenarannya.

Wah, seru ya sobat? Jika kalian tertarik, kalian bisa lo memulainya dengan mengamati sekitarmu dan mengamati perilaku teman, dengan begitu kaian pun bisa lebih peduli lo. (M-1)

Suara Anak

Allegria Blandina Jubilate Sirait Kelas 8 SMP Labschool Kebayoran

AKU memang penasaran dengan acaranya, kayanya baru sakali ini ada

acara latihan menjadi detektif. Ini seru, bermanfaat dan enggak ngebosenin.

Ya, mulai sekarang harus lebih peka terhadap gerak gerik lawan bicara

kalau ingin tahu ia berbohong atau tidak.

Kelas 8 MTs Al-Musyarrofah

AKU tidak tahu apakah sebelumnya aku pernah dibohongi atau tidak.

Memang beberapa kali ada kecurigaan apakah benar atau tidak. Pelajaran ini tentuanya sangat berharga dan akan diaplikasikan pada kehidupanku.

BERITA TERKAIT