Berkaca di Toba, Destinasi Wisata Patut Meningkatkan Keselamatan Transportasi


Penulis: Cahya Mulyana - 07 July 2018, 11:25 WIB
img
ANTARA/SIGID KURNIAWAN

PENGAMAT transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai transportasi daerah tujuan wisata harus segera dibenahi khususnya faktor keselamatan. Itu supaya kejadian seperti yang dialami Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tidak terulang.

"Sejak ditetapkan Kawasan Danau Toba menjadi 10 daerah tujuan wisata baru, (pemerintah) memberi harapan bagi pengusaha kapal motor di Danau Toba untuk berkembang. Sayangnya, hingga beberapa waktu belum nampak upaya untuk mengembangkan transportasi perairan di Danau Toba lebih baik," papar Djoko Kepada Media Indonesia, Sabtu (7/7).

Ia mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata Danau Toba serta daerah lainnya patut memperhatikan keselamatan transportasi. Tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo (Kab. Samosir) kd Pelabuhan Tigaras (Kab. Simalungun) harus menjadi pelajaran berharga. Faktor keselamatan belum terlihat di daerah tujuan wisata, khususnya Danau Toba.

Menurut dia, pemerintah masih bertumpu pada perbaikan sarana. 

"Selama ini yang sudah dilakukan baru pembangunan fisik berups dermaga/pelabuhan penyeberangan, subsidi kapal penyeberangan perintis dan bantuan pemberian sarana kapal," katanya.

Keselamatan bukan sekedar ucapan tetapi harus menjadi kebutuhan. Keselamatan adalah utama dalam penyelenggaraan transportasi. 

"Kemudian anggaran buat Dishub rata rata kurang dari 2% total APBD. Sangat jarang pemda yang mengalokasikan anggaran buat Dishub di atas 3%," tutupnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT