Solusi Cerdas dan Sehat


Penulis: Retno Hemawati - 06 July 2018, 06:30 WIB
MI/PERMANA
MI/PERMANA

PROGRAM sociopreneur pertama di Metro TV, Big Circle, pada episode ke-64 menghadirkan sosok pemuda inspiratif. Mereka dengan kreativitas melakukan usaha yang berangkat dari persoalan pribadi hingga memberikan solusi atas keluhan yang mereka temukan di sekitar lingkungan mereka tinggal.

Sosok pertama ialah Dipo Satria Ramli. Dia melakukan gerakan penyelamatan mahasiswa tingkat terakhir yang mengalami kesulitan keuangan jelang kelulusan melalui Dana Didik.

Dana Didik adalah pembiayaan pendidikan melalui penggalangan dana (crowdfunding). Tidak seperti beasiswa, pendanaan di Dana Didik akan selalu berputar. Sponsor selalu dapat menginvestasikan pengembalian untuk membantu lebih banyak mahasiswa.

Dana Didik lahir berdasarkan pengalaman pribadi, yaitu ibunda Dipo kerap mengalami kesulitan saat harus membayar uang kuliah. Cofounder Dana Didik juga selalu deg-degan setiap mendekati pembayaran uang semester.

Melalui Dana Didik, mahasiswa dapat mengajukan pinjaman antara Rp2 juta dan Rp20 juta. Pengembalian dilakukan dengan tenor panjang, yaitu dengan cicilan minimum selama mahasiswa belum memiliki penghasilan dan dilanjutkan dengan bagi hasil (10% hingga 30% penghasilan) setelah mahasiswa lulus dan memiliki penghasilan. Total tenor cicilan hingga empat tahun dan besaran tenornya ditentukan Dana Didik.

Aplikasi
Besaran pinjaman diajukan mahasiswa di situs Dana Didik. Selanjutnya sponsor dapat memilih langsung mahasiswa mana yang akan didanai. Di sisi lain, Dana Didik juga memilih mahasiswa yang didanai berasal dari donasi sponsor yang dimasukkan ke Yayasan Dana Abadi Pelajar.

Dana Didik bekerja sama dengan kampus-kampus, seperti Refactory, Yogyakarta, dan Algoritma Jakarta. Saat ini aplikasi yang masuk ke Dana Didik mencapai 8.500. Namun, Dana Didik baru mendanai kurang lebih 100 mahasiswa. Biaya yang dikutip dari Dana Didik hanya Rp25 ribu per mahasiswa tiap bulan.

Sementara itu, sponsor mendapatkan pengembalian 15% per tahun, mendanai pendidikan tinggi dengan bunga murah dan tenor panjang. Tahun lalu, 19% penerima dana Dana Didik ialah anak yatim. Kurang dari 5% penerima Dana Didik sudah melunasi pinjaman. Kini mereka sudah bekerja kurang dari 2 tahun. Bahkan, cita-cita Dipo ke depan, Dana Didik ingin memperluas pendanaan hingga daerah-daerah di Indonesia.

Pembawa acara Andy F Noya dan Amanda Zevannya didampingi mentor Danto Rene Soehardono akan hadir dan memberikan wawasan kepada narasumber tersebut.

(H-2)

 

BERITA TERKAIT