Segera Umumkan Capres-Cawapres


Penulis: M Taufan SP Bustan - 05 July 2018, 07:20 WIB
img

KOALISI partai pendukung Joko Widodo disebut sudah mengantongi nama cawapres pendamping Jokowi. Nama cawapres itu pun dikatakan segera diumumkan.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy meng-ungkapkan hal itu seusai bertemu Jokowi dalam momentum pemilihan kepala daerah serentak beberapa waktu lalu. Pertemuan Romy dan Jokowi itu pun menimbulkan spekulasi mengenai persiapan pencalonan Romy sebagai cawapres dalam Pilpres 2019.

Namun, Romy mengatakan ia bertemu Jokowi semata mensyukuri hasil pilkada yang berjalan damai.

"Banyak yang kita bicarakan selama 1,5 jam. Yang terpenting kita mensyukuri pilkada kemarin berjalan lancar," ungkap Rommy dalam acara halalbihalal PBNU di Jakarta, Selasa (3/7).

Soal nama calon pendamping Jokowi, Romy mengatakan, "Mungkin Bapak Jokowi akan menginformasikan kepada ketua umum parpol koalisi sebelum 15 Juli mengenai pilihan cawapres yang akan diusung."

Secara terpisah, Sekjen DPP Partai NasDem Jhonny G Plate mengatakan pembicaraan-pembicaraan informal di koa-lisi Jokowi berlangsung dinamis. Jhonny pun mengatakan Jokowi sudah mengantongi nama cawapres dan sebentar lagi pasti diumumkan. "Tunggulah itu. Yang penting calonnya disukai dan disetujui Pak Jokowi. Diterima dengan senang hati oleh parpol dan masyarakat pun dengan hati gembira menyambut," kata Jhonny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Jhonny pun meminta koalisi di luar pendukung Jokowi segera terbentuk dan diumumkan. "Viralkan siapa pasangan calon yang akan didukung dan diusung dalam Pilpres 2019."

Jika koalisi di luar pendukung Jokowi terbentuk beserta calon pasangan capres-cawapresnya, diharapkan koalisi itu menampilkan program. "Sehingga dapat ditandingkan dengan prog-ram koalisi Jokowi yang telah terbentuk."

Last minute

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan berpendapat partai-partai politik akan mengumumkan capres ataupun cawapres di menit-menit terakhir karena terbiasa melakukan politik last minute.

"Tidak mau melakukan langkah lebih dahulu, mereka hanya mau melangkah setelah pihak lain melangkah. Ada permainan saling menunggu. Kalau Anda melangkah duluan, saya bisa antisipasi langkah Anda," terang Djayadi di Jakarta, kemarin.

Selain itu, kata Djayadi, parpol juga masih menunggu putusan mengenai ambang batas pencalonan presiden dalam UU Pemilu yang tengah diuji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Hingga kemarin, komunikasi politik terus berlangsung jelang masa pendaftaran capres-cawapres awal Agustus mendatang. Partai Golkar dan PKB, kemarin, dilaporkan sepakat membentuk tim bersama untuk menghadapi Pilpres 2019.

Di luar koalisi Jokowi, politikus PKS Refrizal mengaku pihaknya telah menawarkan sejumlah nama untuk jadi cawapres Prabowo Subianto. Nama-nama yang disodorkan PKS ialah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Irwan Prayitno. Ada pula nama Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al'Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. Refrizal juga menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang besar diusung sebagai capres.

"Terlebih jika dipasangkan dengan mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan." (Nur/Put/*/X-6)

BERITA TERKAIT