Polisi Dalami Unsur Pidana pada Kecelakaan KM Lestari di Perairan Selayar


Penulis: Tosiani - 04 July 2018, 16:00 WIB
img
ANTARA

PIHAK Kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana pada kecelakaan Kapal Motor (KM) Lestari di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) yang menewaskan 33 penumpang. Jika ternyata ada pelanggaran pidana akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (4/7).

"Kita pasti bantu. Ini kalau sudah ada yang tewas, itu sudah domain masuk ke penyidikan dan penyelidikan. Polisi pasti akan melakukan penyidikan dan penyelidikan," cetus Kapolri.

Hal itu, kata Kapolri, supaya hukum bisa ditegakkan, sehingga menjadi pembelajaran bagi operator kapal lainnya. Dengan demikian, ke depan mereka tidak sembarangan dalam mengelola transportasi laut.

"Supaya apa? Supaya hukum tegak, hingga penbelajaran bagi yang lain, bagi operator-operator yang punya kapal. Tidak bisa sembarangan ada selain undang-undang masalah pelayaran, biar hukum ditegakkan," kata Tito.

Tito berpendapat, siapapun yang melakukan kelalaian sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia harus diproses hukum. Karena itu, ia telah memerintahkan Polda Sulsel untuk melakukan upaya penegakan hukum pada kecelakaan KM Lestari.

"Juga pasal KUHP kan. Barang siapa karena lalainya mengakibatkan orang lain meninggal dunia pasti di hukum, jadi pasti saya perintahkan tegakkan dan proses," kata Tito.

Fenomena tenggelamnya kapal di beberapa wilayah, seperti di Danau Toba dan Perairan Selayar dalam sebulan terakhir, kata Tito, membuatnya prihatin. Pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, instansi dan dinas terkait untuk mendorong terwujudnya transportasi kapal yang aman untuk masyarakat.

Tito menyontohkan untuk tenggelamnya KM Sinar Bangun - Tigaras di perairan Danau Toba sudah diproses hukum. Tak hanya nahkoda kapal, tiga orang dari Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir juga sudah menjadi tersangka. (OL-3)

BERITA TERKAIT