Awas, Kuman Gusi Bisa Merembet ke Jantung


Penulis: PUTRI ROSMALIA OCTAVIYANI - 04 July 2018, 06:15 WIB

JANGAN pernah menyepelekan masalah gusi. Pasalnya, sakit gusi bisa merembet ke organ penting seperti jantung. Irwan pernah menjadi ‘korbannya.

“Saya dulu harus ke Jakarta untuk rawat inap di rumah sakit jantung. Kata dokter, saya kena gangguan jantung, penyebabnya kuman dari gigi,” tutur laki-laki asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu saat dihubungi Selasa (3/7).

Ia mengisahkan, awalnya ia demam hilang timbul hingga dua bulanan. Ia pun memeriksakan diri ke dokter umum di daerahnya. Karena menduga ada masalah dengan jantungnya, sang dokter merujuk Irwan ke spesialis jantung. Setelah diperiksa, spesialis jantung memastikan jantung Irwan bermasalah. “Karena keterbatasan peralatan dan jenis obat yang tersedia, saya dirujuk ke Jakarta.”

Irwan mengakui semenjak kecil, gusinya memang sering bermasalah. Awalnya mudah berdarah, lalu bengkak-bengkak. Lama-kelamaan, beberapa giginya tanggal, banyak pula giginya yang berlubang. “Saya tak menyangka jadinya merembet ke jantung,” tutur Irwan.
Sama seperti Irwan, sebagian besar masyarakat mungkin kurang paham masalah gusi dan gigi ternyata bisa merembet ke jantung. Dokter gigi spesialis periodonsia Dedy Yudha Rismanto menjelaskan, infeksi parah pada gusi, atau dikenal dengan periodontitis, memang memiliki risiko lebih dari sekadar gangguan di mulut.

Selain merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi, kuman penyebab periodontitis dapat menjalar hingga ke otak, jantung, hati, dan saluran pencernaan.

“Infeksi dan peradangan pada gusi bisa menyebabkan fokal infeksi, infeksi di organ lain karena kuman terbawa aliran darah, bisa menjalar ke organ vital. Seperti jantung, selaput otak, dan lain-lain. Bisa mengancam nyawa,” ujar dokter gigi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)- Pondok Indah, Jakarta itu dalam diskusi kesehatan di Jakarta, pekan lalu.

Dedy mengatakan, infeksi kuman pada gusi lebih parah jika dibandingkan dengan gigi. Kondisi tersebut lebih sulit disembuhkan karena perlu perawatan lebih panjang dan intensif.

“Karena kalau sudah ada gusi yang diserang, itu sudah pasti ada kuman yang menjalar ke dalam lapisan gusi-gusi lainnya di sekitar mulut. Harus diperiksa semua. Kalau gigi kan tinggal ditambal,” kata Dedy.

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, penting bagi setiap orang untuk mencegah peradangan terjadi. Pengobatan dini juga menjadi hal yang harus segera dilakukan bila merasa gusi tidak sehat.

Gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda. Jika dilakukan rontgen, jaringan penyangga gigi berada dalam posisi tegak. Namun, pada kasus periodontitis, umumnya gusi dalam keadaan bengkak, terlihat miring tidak merata, dan berwarna merah yang lebih pekat.
“Kalau ditusuk berdarah itu normal. Tapi kalau sikat gigi ringan lalu gusi berdarah dan gendut-gendut alias bengkak, itu tanda awal dari radang gusi,” ujar Dedy.

Cegah pematangan kuman
Radang gusi, lanjut Dedy, dipicu karang gigi. Karang gigi merupakan hasil penumpukan plak yang berasal dari sisa makanan yang tidak dilakukan pembersihan dengan benar.

Karang gigi yang terus bertambah banyak dalam waktu lama menjadi tempat strategis bagi kuman mengalami pematangan dan berkembang biak. Dari proses itu peradangan mulai terjadi. Bila sudah mengalami peradangan, jarak antara gusi dan gigi akan melebar dan kuman memiliki celah untuk masuk ke aliran darah dalam gusi. Melalui aliran darah itu, kuman bisa menyebar ke organ-organ vital dalam tubuh.

“Jadi yang harus dilakukan ialah memastikan kuman tidak mengalami pematangan. Karena kalau menghilangkan 100% kuman juga tidak mungkin dan tidak baik. Kuman di mulut, jika tidak berkembang biak, juga bermanfaat untuk menghilangkan jamur di mulut,” terang Dedy.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan dan pematangan kuman di mulut, setiap orang harus menyikat gigi dengan benar dan teratur. Setidaknya dua kali dalam sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur malam. Juga sangat dianjurkan menggunakan benang gigi dan obat kumur agar lebih maksimal.

“Sikat gigi setidaknya dua kali sehari. Karena kuman biasanya mulai matang dan berkembang biak bila dalam 12 jam tidak dibersihkan.”

Selain menjaga kebersihan mulut, lanjutnya, sangat disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Terutama buah-buahan dan sayur. Keduanya memiliki zat yang dapat menjaga kesehatan mulut. (H-2)

BERITA TERKAIT