Indonesia Kekurangan 1 Juta Kantong Darah Tiap Tahun


Penulis: Indriyani Astuti - 03 July 2018, 12:39 WIB
img
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

STOK kantong darah yang tersedia di Indonesia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan dari seluruh masyarakat yang membutuhkan.  Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sebesar 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 5,2 juta kantong darah per tahun. Sementara, berdasarkan laporan tahunan Unit Transfusi Darah (UTD) pada 2016 hanya tersedia 4,2 juta kantong darah dari 3,3 juta donasi.

"Dari jumlah darah yang tersedia, 92% diantaranya berasal dari donasi sukarela, " ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Untung Suseno Sutarjo dalam acara 'Donor Darah sebagai Aksi Solidaritas' di Kantor Kementerian Kesehatan, Selasa (3/7).

Menurutnya, ketersediaan kantong darah dari pendonor ini sangat penting terutama untuk kondisi gawat darurat. Khususnya, bagi ibu melahirkan. Pihaknya mencatat, berdasarkan data rutin kesehatan keluarga tahun 2017 di Indonesia, 27,1% kematian ibu melahirkan karena mengalami pendarahan,

" Bagian kebidanan, kasus perdarahan antepartum (plasenta previa, kehamilan ektopik terganggu) dan perdarahan postpartum (retensio plasenta, post operasi Sectio Caecaria) merupakan kasus kebidanan yang sering membutuhkan transfusi darah," paparnya.

Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan maka persediaan darah harus cukup. Saat ini sebanyak 3.437 Puskesmas melalui 175 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota telah menandatangani nota kesepahaman dengan Unit Transfusi Darah (UTD) dan rumah sakit. Menurutnya, momentum Hari Donor Darah Sedunia tahun ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat mendonorkan darahnya secara suka rela.

“Ketersediaan darah ditentukan oleh partisipasi pendonor darah,” pungkasnya. (OL-7)

 

BERITA TERKAIT