Pers Pilar Keempat Penyelenggaraan Haji


Penulis: Ade Alawi - 02 July 2018, 22:40 WIB
img
MI/Ade Alawi

UPAYA mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang baik, transparans, efektif, efisien, dan akuntabel, tidak bisa dilepaskan dari pers sebagai agen pemberitaan kepada khalayak luas.

Karena itu, Media Center Haji (MCH) yang terdiri dari berbagai media, yakni media cetak, elektronika, online, dan pada musim haji 2018 bergabung juga youtuber, menjadi pilar keempat penyelengaraan haji.

Hal itu dikatakan Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Khoirizi H. Dasir. Dia tampil sebagai narasumber pertama saat Pembekalan Petugas Media MCH 1439H/2018M di gedung Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (2/7).

"Pilar pertama penyelenggaraan haji adalah pembinaan, kedua,  pelayanan, ketiga, perlindungan, dan keempat adalah pemberitaan, seperti kalian ini (MCH)," kata Khoirizi dihadapan 32 anggota MCH.

Menurutnya, media massa dapat mengubah gaya hidup atau budaya jemaah dengan cara memengaruhi cara berpikir jemaah, baik secara positif maupun negatif. "Informasi yang factual merupakan kebutuhan dalam rangka mengedukasi, bukan memprovokasi masyarakat," tandasnya.

Mengingat pentingnya peran MCH, Kemenag pun tidak sembarangan merekrut anggota MCH yang nota bagian dari Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 1439H/2018M.

Prinsip perekrutan MCH, kata Khoirizi, berdasarkan asas profesional, berjenjang, transparan, berkeadilan, dan akuntabel. "Kalian adalah orang-orang pilihan, banyak sekali yang ikut dari berbagai media di Indonesia, tapi yang terpilih 32 orang. Jagalah amanah ini," pungkasnya.

Pembekalan Petugas Haji MCH 1439H/2018M berlangsung dari 2-4 Juli. Pada hari pertama, selain Khoirizi, hadir Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Kemenag, Mastuki. (OL-4)

BERITA TERKAIT