Menag Ajak Pers Kritik Membangun Terkait Pelaksanaan Haji


Penulis: Ade Alawi - 02 July 2018, 21:54 WIB
img
MI/Ade Alawi

PERS memiliki peran yang penting dalam meningkatkan Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia. Selain memberikan informasi tentang seluk beluk penyelenggaran haji dari hulu sampai hilir pada musim haji 2018, pers bisa menjalankan fungsi pengawasan terhadap hal tersebut.  

"Media memiliki fungsi memperjuangkan public right to know (hak publik untuk mengetahui), sosial kontrol dan penyeimbang bagi pemerintah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Pembekalan Petugas Media Center Haji (MCH) Kemenag 1439H/2018M di gedung Kementerian Agama RI, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (2/7).

Namun demikian, kata dia, kritik yang diberikan pers hendaknya konstruktif, yakni memberikan solusi. Tujuannya, lanjutnya, agar
penyelenggaraan ibadah haji agar lebih baik lagi di masa yang akan datang.  

"Pemerintah bukan dewa tanpa cacat, oleh karena itu kami butuh kritik yang membangun. Artinya, pers tidak sekedar mencari-cari kesalahan. Lakukan cover both side (dua sisi pemberitaan)," jelas politikus PPP ini.

Pada 2012, Indeks Kepuasan Jemaah Haji sempat mengalami penurunan menjadi 81,32 persen. Namun, pada 2013 indeks kepuasan jemaah haji kembali naik menjadi 82,67 persen.

Pada 2014, indeks kepuasan jemaah haji tercatat turun lagi menjadi 81,52 persen. Sejak saat itu, pelayanan terus diperbaiki oleh Kemenag, sehingga pada 2015 hingga 2017 indeks kepuasan jamaah haji terus meningkat hingga 84,85 persen.

Tak puas dengan angka itu, pada 2018, Kemenag menargetkan Indeks Kepuasan Jemaah Haji naik 0,15 menjadi 85% alias sangat memuaskan. Berbagai terobosan pun dilakukan oleh Kemenag untuk meraih target tersebut. (OL-4)

BERITA TERKAIT