Lihat Dunia Singkirk Gadget


Penulis: Suryani Wandari - 01 July 2018, 02:00 WIB

SAMBIL menempelkan satu dari dua gelas plastik bekas yang dihubungkan menggunakan benang panjang ke telinga ayahnya, salah satu anak ini berkata, "Perhatian-perhatian, kepada bapak Daniel ditunggu segera oleh anaknya yang berada di sampingnya," kata Raras, pemeran dalam film pendek Nyanyian Anak yang ditayangkan Rabu (27/6).

Hal itu menjadi bentuk protes kepada ayahnya yang asyik memainkan gadgetnya sehingga tak memedulikan dirinya loh sobat. Benang di antara gelas itu dapat menghantarkan suara sehingga bisa mendengarkan suara dari beberapa meter saat direntangkan. Benda ini pun dijadikan alat komunikasi atau mainan zaman dulu. Kalian juga suka begitu?

Di film pendek Nyanyian Anak garapan Mini Onsteam ada banyak cerita yang membahas hubungan anak dan orangtuanya loh. Tonton yuk!

Pendidikan karakter

Sobat, kalian pasti sudah tahu, kan, alat yang Medi ceritakan tadi kini sudah tergantikan dengan gadget super canggih yang memang bisa menghantarkan suara jarak jauh tanpa kabel. Sekarang banyak juga loh orang-orang yang kecanduaan gadget dengan fitur menarik di dalamnya seperti internet, media sosial maupun gim. Termasuk mungkin orangtua kalian ya?

Di film indie berdurasi 45 menit yang diproduseri oleh kak Ita Sembiring dan Christ Untarsih, serta disutradarai oleh Mahesa Desaga ini mengangkat kehidupan nyata yang ada di sekitar kita. Hubungan anak dan orangtua tak seakrab dulu, mereka seperti dibatasi gadget serta kesibukan orangtuanya.

Kehidupan masa kanak-kanak yang harusnya penuh keceriaan, riang, dan penuh cerita ini berubah menjadi kesedihan penuh tekanan agar mengikuti berbagai kursus dan perlombaan seperti yang diinginkan orangtuanya. "Kami ingin menyosialisasikan pendidikan karakter anak, dikemas ringan agar mudah dipahami anak-anak maupun orangtua. Tak jarang, cita-cita orangtua yang tidak kesampaian saat remaja dituangkan kepada anak-anaknya. Padahal, anak-anak juga punya permainan cita-cita yang berbeda dengan orangtuanya," kata Ita Sembiring salah satu Executive Producer dan Producer film Nyanyian Anak di Jakarta, Rabu (27/6/2018) malam, di CGV Pacific Place.

Ya, tidak bermaksud menggurui, tetapi film yang mengangkat kehidupan keluarga ini menjadi tontonan yang dapat mengubah pendidikan anak yang dikemas menarik. Apalagi kak Ita dan kak Mahesa Desaga memasukkan sedikit unsur komedi sehingga tak jarang penonton tertawa lepas loh. Film ini pun menjadi pilihan tontonan sesuai usia anak-anak saat ini.

Dikemas musikal

Yang berbeda dengan film lainnya, sesuai lagunya, film ini dikemas dalam bentuk musikal loh. Ada beberapa adegan untuk mengungkapkan perasaan, seorang pemeran bernyanyi yang diiiringi dengan musik. Ya, semakin sedikit lagu anak yang diperdengarkan sekarang turut menginspirasi membuat film bergenre musikal dan menghidupkan kembali lagu anak-anak yang memang selayaknya sesuai dengan anak.

"Anak memang erat kaitannya dengan nyanyian sebagai bentuk kesenangan yang dinyanyikan pula dengan riang dan ceria sehingga nyanyian dan musik sangat penting bagi anak-anak," kata kak Mahesa Desaga, sutradara Nyanyian Anak yang sudah menggarap dua film sebelumnya yang berhubungan dengan anak.

Setidaknya ada 3 lagu anak zaman dulu yang masih dikenal sampai saat ini, seperti Bintang Kecil, Pergi ke Bulan, dan Mimpi karya almarhumah A Riyanto dan Daldjono yang memang lirik dan nadanya sesuai jiwa dan usia anak-anak.

Dibalik layar

Proses syuting film ini berlangsung sejak Februari hingga April 2018, tetapi sempat berhenti pada Maret karena ada kegiatan lain dari pihak sekolah. Melibatkan beberapa penyanyi seperti Christopher Noel Wibowo dan Faiza Amara Katim dan aktor berpengalaman lainnya seperti Mo Sidik, Tommy Tjokro, Bayu Oktara, dan lainnya. Film ini pun menyertakan pemain yang di-casting dari anak-anak paduan suara untuk memudahkan bermain dalam drama musikal.

"Waktu sekolah-sekolah vokal suka bikin performance. Ya, aku datang aja ke situ. Aku buka open casting," kata kak Ita.

Tim produksi Mini Onsteam terbentuk sejak digelarnya LA Indie Movie 2015, mereka pun berhasil menembus layar bioskop pada 2017 dengan film berdurasi 30 menit berjudul Seeking Soulmate. Kini film baru ini pun dapat kembali menembus layar bioskop dengan menggandeng CGV Cinemas.

Film Nyanyian Anak telah dijadwalkan tayang di beberapa lokasi, yakni pada 7 Juli 2018 di CGV Grand Indonesia, 11 Juli di Teras Kota, lalu pada 23 Juli 2018 akan mengadakan nonton bareng bersama penderita kanker dan thalasemia sekaligus memperingati Hari Anak di CGV Cinemas Pacific Place. Dilanjutkan pula pada 17 Agustus 2018 ditayangkan di CGV JWalk Yogyakarta bersama anak-anak panti asuhan dan sekolah kurang mampu. Film ini juga menerima tawaran bagi yang ingin mengadakan nonton bersama. Oleh sebab itu, untuk penjualan tiket dibuka dalam bentuk prajual. Yuk sobat Medi juga nonton!

Suara Anak

Erlangga Noor Rizky, Kelas 6 SD Keramat Pela 01

Senang bisa menjadi bagian dalam film ini. Sekarang aku memang senang dan menyalurkan hobiku dalam akting dan bermain musik seperti piano dan klarinet. Jika milih dari keduanya, aku pilih berakting karena lebih bisa ekspresif.

Christopher Noel Wibowo, Homeschooling Iseed International School

Background-ku sebenarnya penyanyi, tapi sudah ikut film beberapa kali, ini menjadi pengalaman berharga saya, tak ada kesulitan untuk ikutin proses syutingnya. Aku sama sekali tak tersentil dengan isi ceritanya karena ini jalan yang diinginkan sama aku.

Faiza Amara Katim, Kelas 8 SMP 216 Jakarta

Ini baru pertama kalinya untuk saya berakting, sebenarnya aku belajar nyanyi sebelumnya. Di sini aku belajar banyak hal khususnya belajar seni peran dan belajar berkomunikasi yang baik dengan orangtua.

BERITA TERKAIT