Modal Minim, Hasil Maksimal


Penulis: Retno Hemawati - 29 June 2018, 12:00 WIB
MI/ADAM DWI
MI/ADAM DWI

TIDAK semua orang memiliki kesiapan dan untuk membangun mimpi besar demi bisa membangun usaha apalagi jika berhubungan dengan ketersediaan modal dana.

Jangan patah arang, perkembangan teknologi menciptakan banyak hal baru yang dahulu tak bisa dilakukan. Kini siapa pun bisa membangun usaha bahkan tanpa modal dana.

Seperti para narasumber program sociopreneur Big Circle Metro TV kali ini. Dia anak muda yang berasal dari desa akhirnya mampu membangun bisnis di kampung halaman dan memberdayakan masyarakat di sekitar usahanya.

Perkenalkan, Robert Budianto, 33, Founder Java Fresh yang melihat Indonesia memiliki potensi luar biasa. Banyak buah unik yang hanya dipunyai Indonesia. Ia merasa sayang jika hal ini tidak dioptimalkan.

Dia dan cofounder lain Java Fresh yaitu Margareta melihat Indonesia tidak dikenal sebagai eksportir buah dan Indonesia terkenal dengan kualitas buah yang tidak bagus. "Tapi saat kita bawa buah ini ke Eropa, respons mereka, 'Ini buah manggis tercantik yang pernah kita lihat'," papar Margareta.

Robert juga mengamati ketika ia bekerja di Jerman selama 3,5 tahun. Supermarket di Jerman hanya menjual nanas dan pepaya dari Thailand. Sementara itu, buah-buah Indonesia tidak pernah masuk pasar Eropa. Kemudian ia mencari tahu bagaimana caranya agar buah dari Indonesia bisa diterima di Eropa.

Ia memiliki teman di Prancis dan mendapat informasi bahwa sebuah produk baru bisa masuk ke pasar Eropa jika ada sales department. Sales department ini yang langsung berhubungan dengan buyer (seperti supermarket).

Sales department juga turut mempromosikan produk ke buyer. Saat ini buah Indonesia memiliki pasar masing-masing. Contohnya manggis laku keras di Tiongkok, jeruk purut laris manis di Prancis, Belanda, dan Denmark, salak merajai pasar Praha dan pertama kali masuk ke Selandia baru dan Toronto.

Buah-buahan yang di ekspor Java Fresh mayoritas berasal dari Tasikmalaya, Banyuwangi, dan Bali. Kelapa muda didapat dari Pulau Jawa dan Palu. Saat ini kapasitas pengiriman buah antara 1 ton- 2 ton buah per negara.

Untuk penyimpanan, Java Fresh menyewa cold storage untuk kelapa muda agar warnanya tetap putih. Cold storage berlokasi di Cawang.

Pasokan

Saat ini Java Fresh mendapat pasokan buah dari kurang lebih 10 ribu petani di Yogyakarta, Sleman, Padang, Tasikmalaya, Banyuwangi, Palu, dan Bali.

Java Fresh memiliki prinsip margin kecil asalkan kualitas tidak turun. Jika stok buah hanya sedikit yang kualitasnya bagus, ia hanya mengirim seadanya dengan konsekuensi biaya pengirimannya mahal jika dibandingkan dengan mencampur buah dengan kualitas di bawahnya asalkan marginnya besar.

Khusus untuk salak, Java Fresh bekerja sama dengan asosiasi petani salak dan menghimpun 33 kelompok tani salak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan tahun lalu Java Fresh menjadi satu-satunya eksportir jeruk purut. Robert mengajarkan dan memberikan pupuk kepada petani manggis di Banyuwangi dan Tasikmalaya untuk menanam jeruk purut.

Pembawa acara Andy F Noya dan Amanda Zevannya didampingi mentor Danto Sihombing-Founder Inkara, brand consultan, akan banyak memberikan wawasan kepada narasumber tersebut di atas.

BERITA TERKAIT