Pasien Harus Paham Kegawatdaruratan


Penulis: (Ant/H-1) - 27 June 2018, 02:15 WIB
img
ANTARA FOTO/Rahmad

BELUM semua masyarakat paham mengenai penanganan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD), terutama saat terjadi kepadatan. Oleh karena itu, diperlukan metode pelayanan untuk menentukan kategori pasien yang menjadi prioritas sejak awal kedatangan.
Head of Emergency Department Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr Wahyuni Dian Purwati SpEM, menjelaskan pasien yang datang ke UGD harus melewati triage, yaitu proses penilaian kondisi untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan.

Pasien dengan kondisi mengancam nyawa atau kehilangan fungsi anggota tubuh dan memerlukan tindakan segera dengan waktu tunggu 0 menit antara lain pasien strok, serangan jantung, dan trauma. Pasien dengan kategori seperti itu masuk dalam triage 1.

Pasien dengan kondisi yang tidak mengancam jiwa, tetapi memiliki potensi ancaman terhadap fungsi anggota tubuh dan memerlukan tindakan atau intervensi medis cepat, masuk dalam triage 2. Sementara itu, triage 3 ialah pasien dengan kondisi akut, tetapi tidak mendesak (stabil), tidak ada potensi untuk mengalami pemburukan, dan tidak memerlukan tindakan medis dengan waktu tunggu 5-15 menit. (Ind/H-1)

Dokter Leimena Diusulkan Jadi Nama RS

NAMA Pahlawan Nasional, dr Johannes Leimena, diusulkan untuk diabadikan di Rumah Sakit Pusat (RSP) Terpadu Kemaritiman, Ambon, Maluku. Peletakan batu pertama pembangunan RS tersebut dijadwalkan dilakukan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek, pada Juli mendatang di Wailela, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Gubernur Maluku, Said Assagaff, kemarin, mengatakan usulan untuk mengabadikan Leimena sebagai nama RS tersebut karena mempertimbangkan jasa dan pengorbanannya bagi nusa dan bangsa. Leimena menjadi dokter sejak 1930 dan dipromosikan sebagai Menkes selama 21 tahun berturut-turut dan bisa masuk dalam sejumlah kabinet berbeda.

Meski berlatar belakang dokter, ujarnya, Leimena memegang jabatan strategis, yakni Menteri Sosial, Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, Wakil Perdana Menteri, dan Menteri Kesehatan.

Leimena juga berpangkat Laksamana Madya (Tituler) di TNI-AL. Ia juga menggagas pembentukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). (Ant/H-1)

 

BERITA TERKAIT