BPJS Terapkan Rujukan online


Penulis: (Ind/X-7) - 27 June 2018, 01:30 WIB
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

UNTUK penataan administrasi dan mengurangi antrean di rumah sakit (RS), serta memudahkan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai memberlakukan rujukan online (daring) secara bertahap.

"Sistem rujukan secara online itu dari fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP) ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) atau RS," kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Primer, Dwi Martiningsih, dalam diskusi bertajuk Rujukan Zaman Now, di Jakarta, Selasa (26/6).

Menurutnya, saat ini peserta JKN-KIS yang berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) harus melalui empat proses antrean. Pertama, pemeriksaan di faskes tingkat primer, kedua, antrean saat dirujuk dari FKTP ke RS, lalu ke poliklinik RS, dan terakhir antrean untuk mendapatkan obat.

"Penumpukan antrean umumnya terjadi pada proses kedua. Padahal, itu murni administratif. Dengan rujukan sistem online, petugas di RS  tidak perlu memasukkan data-data pasien lagi, tapi hanya memasukkan nomor rujukan pasien dari faskes tingkat pertama," tambah Dwi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi berupa jaringan komunikasi data di fasilitas kesehatan (faskes) primer. Melalui aplikasi itu, dokter di faskes primer dapat merujuk pasien ke RS.
"Nantinya, akan dikembangkan juga health facilities information system, berisi data dan profil faskes primer dan faskes tingkat rujukan," ujarnya.

Mudahkan analisis
Di tempat yang sama, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya Amiarny Rusady, mengatakan sistem rujukan secara online tersebut mulai diterapkan sejak 21 Juni 2018.

"Infrastrukturnya sudah siap dan telah mempunyai jaringan komunikasi data yang saling terkoneksi. Rujukan online bersifat real-time dan menggunakan digital dokumen data," jelasnya.

Di FKTP, lanjut Maya, langsung terkoneksi ke FKTL sehingga memudahkan analisis data calon pasien. Jadi, tidak ada kendala  pasien lupa membawa surat rujukan.

Sampai dengan Mei 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.975 FKTP dan 2.367 FKTL. Dari angka tersebut, sebanyak 18.737 FKTP sudah terhubung jaringan komunikasi datanya dan dapat menerapkan sistem rujukan online. BPJS Kesehatan optimistis jika jumlah fasilitas kesehatan yang mengaplikasikan sistem rujukan online akan meningkat dari waktu ke waktu. (Ind/X-7)

 

BERITA TERKAIT