Perjuangan Sean Gelael, Raih Poin Demi Poin


Penulis: Micom - 24 June 2018, 08:00 WIB
img
Instagram Sean Gelael @gelaelized

KEGAGALAN mengumpulkan poin tak pernah membuat pembalap Formula 2 (F2) asal Indonesia, Sean Gelael menyerah. Perjuangannya mengumpulkan poin demi poin memang tak semudah membalik telapak tangan. Namun pada musim balapan kali ini, pembalap yang disponsori Jagonya Ayam KFC Indonesia itu membuktikan kemajuannya dalam perolahan poin.

"Saya selalu belajar dari setiap seri. Yang penting kita tidak boleh pernah menyerah untuk selalu meraih poin," ujar Sean setiap kali seusai balapan.

Usaha untuk meraih poin, menjadi pekerjaan rumah pembalap Indonesia Sean. Pada dua balapan yang digelar musim ini, ia tidak meraih poin. Kadang Sean mendapatkan poin di Feature Race (Race 1) tapi gagal di Sprint Race (Race 2). Ataupun sebaliknya. 

Dari empat seri, pebalap tim Pertamina Prema Theodore Racing tersebut tiga kali meraih angka di Race 1 yakni balapan di sirkuit Bahrain, Azerbaijan, dan Monako. Sementara di sirkuit Spanyol, dia mengoleksi poin pada Race 2.

Penyebab kegagalan meraih poin itu beragam. Di Spanyol misalnya, mobil Sean ditabrak lawan. Sedangkan di Bahrain, kegagalan itu disebabkan kerusakan teknis. Ada pula kegagalan karena kesalahan Sean sendiri seperti yang terjadi di Azerbaijan dan Monako.

Meski demikian, semangat Sean untuk selalu bangkit dari kegagalan bukan ucapan belaka. Raihan poin Sean pada musim ini jauh lebih baik dari musim lalu. F2 belum separuh jalan, Sean telah meraih 29 poin. Sementara total total poin yang ia raih pada 2017 adalah 17.


Modal ke Paul Ricard

Seri F2 berikutnya digelar di sirkuit Paul Richard, Prancis. Race 1 digelar hari ini, Sabtu (23/6) sedangkan Race 2 digelar keesokan harinya.

Itu adalah sirkuit di mana para pembalap berkesempatan melakukan tes untuk kali pertama, Februari lalu. Sirkuit itu terkenal dengan kemulusan aspal dan rendahnya tingkat keausan terhadap ban.

Selain itu Paul Ricard juga merupakan trek yang secara teknis punya standard tinggi. Namun justru di sirkuit inilah Sean Gelael terlihat lebih baik dalam simulasi lomba (race run) ketimbang pada simulasi kualifikasi (qualifying run). Gelagat baik pada tes pra musim Februari itu masih tercermin hingga kini.

Sean tidak perlu khawatir meskipun nanti dia masih kesulitan di babak kualifikasi hingga berada di luar posisi sepuluh besar. Toh di sirkuit sulit seperti Monte Carlo saja, Sean tak hanya dapat poin, tapi juga naik podium. Sean start dari posisi 12 dan finish sebagai runner-up.

Modal lain Sean adalah saat berlaga di Catalunya, Spanyol--di mana mulusnya aspal Catalunya mirip dengan Paul Ricard, tingkat degradasi rendah terhadap ban.

Dengan semua modal yang dimilikinya, pekerjaan rumah Sean tinggal satu yakni tidak membuat kesalahan. Dengan konsentrasi tinggi, Sean diprediksi bisa mendapat poin pada dua balapan beruntun dalam satu seri, baik Race 1 dan Race 2, mengulang kesuksesannya di Italia pada tahun lalu. (RO/OL-5)

BERITA TERKAIT