Berbagi itu Baik


Penulis:  (Wnd) - 21 June 2018, 03:30 WIB
img
MI/PIUS ERLANGGA

SELAIN mengurusi Squline di seluruh waktunya, Tomy juga senang menjadi mentor untuk start-up baru di bidang education (e-tech). Selain bisa memberi masukan dan berbagi pengalaman dari apa yang sudah dilakukan, Tomy juga bisa mendapat masukan dari sudut pandang yang berbeda untuk perusahaannya. Start-up pembelajaran daring juga mulai banyak diminati, hal ini terlihat dari perkembangan ragam aplikasi. Tomy tidak khawatir, Indonesia memiliki pasar yang besar dan luas, dan menjadi bukti bagi pasar dan investor kalau education technology ini valid.

Belum banyaknya pelaku e-tech, kata Tomy, lantaran perilaku masyarakat Indonesia belum menjadi pendidikan pada prioritas nomor satu. Untuk investasi uang, lebih banyak terserap di kegiatan jalan-jalan, belanja, juga kuliner. Sementara negara maju, sudah menjadikan edukasi pada prioritas pertama atau kedua, tetapi Tomy yakin perkembangan pola pikir masyarakat yang berubah membuat pasar e-tech akan meningkat.

"Hobi saya mengajar. Karena mengajar itu, kan, berbagi, banyak dapat masukan juga dan seringnya yang tidak terpikir oleh kita. Semisal, ada pertanyaan sulit, kami harus mencari, dan itu sangat baik buat perkembangan, jadi keuntungan," tukas pria kelahiran Belinyu ini.

Kini tantangan Squline, imbuh pria yang rutin berenang dalam satu minggu sekali ini, ialah mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ia ingin menjadikan kata belajar online, menjadi belajar, sama halnya seperti belanja online yang kini hanya disebut belanja. Dengan artian, belajar online sudah menjadi hal yang biasa dan seirama dengan kehidupan saat ini.

BERITA TERKAIT