Pencabutan Larang Terbang ke Uni Eropa Buka Peluang Ekonomi


Penulis: Rudy Polycarpus - 15 June 2018, 21:50 WIB
img
ANTARA

PENCABUTAN larangan terbang maskapai Indonesia oleh Uni Eropa dinilai menambah kepercayaan dunia atas Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan, sebanyak 62 maskapai Indonesia telah memenuhi syarat dan diizinkan terbang ke Uni Eropa.

Menurutnya, pencapaian ini mempunyai manfaat yang sangat besar. Pasalnya, pencabutan larangan penerbangan ke Uni Eropa akan menguntungkan Indonesia dari sisi penambahan rute maskapai, pariwisata, dan tempat sejajar dengan bisnis penerbangan.

"Keputusan Uni Eropa ini menjadi pendorong untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan termasuk dalam mendukung industri perdagangan, pariwisata di seluruh wilayah Indonesia, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya saat menghadiri halalbihalal di Istana Bogor, Jakarta, Jumat (15/6).

Ia menambahkan, pencabutan larangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia merupakan bentuk pengakuan Uni Eropa kepada Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air.

"Kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan terus level keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan nasional," ujarnya.

Sejak Juli 2007, Uni Eropa melarang maskapai Indonesia untuk terbang di wilayah udara mereka. Hal itu akibat dari tingginya angka kecelakaan pesawat pada 2007.

Pada 2009, Garuda Indonesia dicabut dari daftar hitam penerbangan Komisi Eropa. Menyusul kemudian, pada 2016, tiga maskapai, yaitu Citilink, Batik Air, dan Lion Air, juga dicabut dari daftar hitam. (X-10)

BERITA TERKAIT