Lopetegui Mengaku Sedih Tinggalkan Timnas Spanyol


Penulis: Krisna Octavianus - 15 June 2018, 08:12 WIB
img
AFP/OSCAR DEL POZO

PELATIH baru Real Madrid Julen Lopetegui mengatakan meninggalkan perannya sebagai pelatih tim nasional Spanyol adalah hari paling menyedihkan dalam hidupnya setelah kematian ibunya.

Lopetegui diumumkan sebagai pengganti Zinedine Zidane pada Selasa (12/6). Hal itu mendorong Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) memecatnya dari posisi pelatih tim nasional kurang dari 24 jam kemudian, hanya dua hari sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia melawan Portugal.

Lopetegui sangat emosional dan mengatakan timnas Spanyol berlatih dengan baik setelah mendengar berita bahwa dia akan bergabung dengan Madrid.

Pria berusia 51 tahun itu mengatakan kepada wartawan dalam presentasi resminya sebagai bos Madrid, "Kemarin (Rabu) adalah, setelah kematian ibuku, hari paling menyedihkan dalam hidup saya. Hari ini adalah sekaligus menjadi hari paling bahagia dalam hidup saya."

"Ini adalah hari yang hebat. Salah satu hal yang menyenangkan tentang hari yang sulit adalah rasa hormat dan kasih sayang yang ditunjukkan kepada saya oleh para pemain. Rasa hormat didapatkan dan saya pikir saya mendapatkannya. Staf saya dan saya bekerja sangat keras dan mereka telah mengambil mimpi itu dari kami," lanjutnya.

"Kami ingin mereka benar-benar profesional. Siapa pun yang memiliki tantangan besar di depan mereka untuk mencoba memenangkan Piala Dunia. Kami memiliki tim hebat yang dipersiapkan dengan baik secara fisik dan mental, dan saya harap kami memiliki sedikit keberuntungan, Anda harus memenangkan Piala Dunia," sambungnya.

"Saya akan menonton dan mendukung seperti warga Spanyol lainnya. Saya merasa saya telah berpartisipasi dalam tim itu dan saya percaya kami akan memiliki Piala Dunia yang hebat, terlepas dari segalanya," ujar Lopetegui.

Sementara itu, Lopetegui bukan orang baru di Madrid. Dia pernah bermain untuk tim kedua Los Blancos pada 1980-an dan bertanggung jawab atas tim Castilla antara 2008 sampai 2009.

Dia ditugasi menghidupkan kembali kejayaan domestik Los Blancos setelah mereka menempati posisi ketiga di La Liga pada 2017--2018, meskipun ia akan diharapkan untuk mempertahankan dominasi mereka di Liga Champions setelah tiga kemenangan berturut-turut.

Dia berkata: "Kami akan berjuang untuk menjadi sebaik yang kami miliki dalam sejarah klub."

"Saya merasakan kekuatan yang menyertai Real Madrid di sini. Anda harus kuat di sini dan kami akan menggunakan kekuatan itu untuk terus bermain sepak bola dan mengelola pemain hebat yang kami miliki. Bersama, kami ingin mencoba memenangi segalanya," pungkas eks pelatih Porto itu. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT