Melalui Idul Fitri, Umat Islam Diminta Berani Menegakan Keadilan


Penulis: Tosiani - 15 June 2018, 07:36 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
MI/MOHAMAD IRFAN

MELALUI momen Hari Raya Idul Fitri, Umat Islam mesti lebih berani menegakan keadilan. Sebab, esensi ajaran Islam adalah keadilan.

Puasa Ramadan yang dilakukan sebulan penuh adalah agar Umat Islam lebih bertaqwa dan jalan menuju taqwa adalah dengan menegakkan keadilan.

Hal itu disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2013-2015 yang juga Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva dalam khotbahnya saat Salat Idul Fitri 1439 H di Masjid Nursiah Daud Paloh, Komplek Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (15/6/2018).

Khotbah itu mengambil tema "Kembali ke fitrah keadilan dalam perspektif Islam dan kebangsaan".

Menegakan keadilan, kata Zoelva, dapat dilakukan siapa saja, bukan hanya oleh hakim, polisi, jaksa dan pejabat negara. Caranya dengan selalu berkata benar, memberitakan yang benar, serta memberikan keterangan dan kesaksian yang benar dalam suatu perkara.

"Jangan karena kita benci dengan seseorang atau terlalu senang pada seseorang, kita berlaku tidak jujur, berkata tidak benar, dan berbuat tidak adil. Apalagi menjadi saksi di pengadilan di bawah sumpah," kata Zoelva.

Keadilan, menurut dia, tidak bisa ditegakan bila mengabaikan kebenaran. Pun juga mengabaikan kebenaran sama dengan mengorbankan keadilan.

Menjadi saksi dengan memberi keterangan yang tidak benar adalah mencederai keadilan. Sikap yang memihak, berat sebelah dan tidak seimbang dalam memutuskan suatu urusan atau perkara, memberi keterangan, dan menulis berita juga mencederai keadilan.

"Ada lebih dari 53 kata adil dan mengandung kata adil dalam Al Quran. Sebagian ahli fiqh memaknai keadilan dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Artinya memberikan orang sesuai porsi dan bagiannya yang sebenarnya," kata dia.

Banyak ayat Al Quran menerangkan salah satu bentuk keadilan terhadap Tuhan sebagai pencipta adalah dengan mengikuti jalan kebenaran yang diturunkan Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan pada nabi dan rosul.

Al Quran telah memberi petunjuk dan penjelasan antara yang hak dan yang bathil (QS,2;185). Jalan kebenaran dalam Al Quran sama dengan jalan keadilan. Yaitu adil terhadap Tuhan Sang Pencipta.

Menegakan keadilan dalam hubungan antarmanusia, katanya, harus dilakukan dengan hati yang bening dan bersih. Jangan karena benci dan tidak suka pada suatu kaum atau kelompok lalu berlaku tidak adil.

Jangan pula karena membela diri, membela orangtua, kaum, kerabat, maka memberikan kesaksian yang tidak benar dan tidak adil.

Tindakan demikian adalah tindakan yang hanya mengikuti hawa nafsu. Allah maha mengetahui sekecil apapun yang terpendam di hati manusia.

"Tindakan yang tidak adil akan mengakibatkan pemimpin jatuh dan tidak berharga, melahirkan protes dan tidak percaya. Bahkan dalam hubungan keperdataan antar manusia dalam hal hutang piutang dalam jangka tertentu, Allah memerintahkan untuk menuliskannya dengan benar dan adil," katanya.

Keadilan juga penting dalam kehidupan kebangsaan. Keadilan adalah cita-cita kemerdekaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Sia-sialah darah dan jiwa para syuhada yang telah mengorbankan nyawa dan harta, jika keadilan tidak bisa ditegakan.

Salat Idul Fitri di Masjid Nursilah Daud Paloh diikuti ratusan orang dari karyawan Media Group dan warga sekitar. Mereka datang sejak pagi, sekitar pukul 06.00 wib, dan terlihat sangat antusias mendengarkan khotbah Idul Fitri. (OL-2)

BERITA TERKAIT