Ini Imbauan Commuter Line untuk Penumpang Saat Lebaran


Penulis: Sunnaholomi Halakrispen - 15 June 2018, 06:17 WIB
img
ANTARA/ Reno Esnir

VICE President Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengimbau masyarakat pengguna jasa kereta Jabodetabek atau Commuter Line untuk mengutamakan kesabaran ketika hendak menaiki kereta.

Hal tersebut disampaikan lantaran sebagian besar penumpang tidak rutin naik kereta dan berjalan dengan rombongan keluarga maupun kerabat.

"Para pengguna perlu memerhatikan sejumlah hal agar perjalanan bersama keluarga tetap aman dan nyaman. Hal paling utama adalah selalu prioritaskan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke dalam KRL yang sudah penuh, bersabar mendahulukan penumpang yang turun dari kereta," ujar Eva melalui pesan tertulis, Kamis (14/6).

Selain itu, penumpang diimbau selalu mengawasi putera dan puteri mereka, menjaga barang bawaan, serta selalu menunggu kereta di belakang garis aman peron atau garis berwarna kuning. Semuanya dinyatakan demi keselamatan para penumpang.

Kebersihan di dalam kereta, kata Eva, juga harus diperhatikan agar seluruh penumpang tetap merasa nyaman. Pasalnya, setiap hari ada sekitar 1 juta masyarakat yang menggunakan jasa commuter line.

"Partisipasi dari para pengguna dengan tidak makan, minum, dan membuang sampah di dalam KRL sangat penting. Sampah sebaiknya disimpan hingga menemukan tempat sampah di stasiun tujuan," tutur dia.

Eva juga mengimbau penumpang menjaga ketertiban dengan mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku. Beberapa di antaranya terkait pembelian tiket, ukuran barang bawaan, dan selalu memberikan tempat duduk bagi para pengguna prioritas, yakni ibu hamil, ibu dengan bayi dan balita, orang lanjut usia, dan penumpang disabilitas.

Lebih lanjut Eva memaparkan pada malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 2018 terdapat peningkatan pemeriksaan barang bawaan para penumpang. Ia mengimbau penumpang tidak membawa barang berbahaya.

"Diimbau tidak membawa barang bawaan yang mudah terbakar seperti petasan, kembang api, dan lainnya," pungkas dia. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT