Jangan Remehkan Skuat Grup H


Penulis: Micom - 14 June 2018, 21:05 WIB
 AFP PHOTO / Adrian DENNIS
AFP PHOTO / Adrian DENNIS

MESKI popularitas mereka tidak sehebat tim-tim mantan juara Piala Dunia seperti Brazil, Jerman, Argentina, Inggris, Spanyol, Prancis, sejumlah negara yang berada di grup H pada perhelatan akbar di Rusia tahun ini juga pantas dipandang sebagai kuda hitam. 

Kolombia, Jepang, Polandia dan Senegal memang belum pernah jadi juara turnamen empat tahunan itu. Pada saat undian grup selesai dilakukan, grup ini dianggap kurang menarik. Akan tetapi, tim-tim di dalamnya memiliki skuat yang tidak bisa diremehkan. Mari kita bahas satu per satu.

Polandia
Polandia datang ke Piala Dunia 2018 sebagai juara Grup E kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, dengan catatan hanya sekali kalah dari 10 pertandingan yang dijalani.

Piala Dunia 2018 merupakan Piala Dunia pertama Polandia sejak tahun 2006. Mereka tampil putaran final Piala Dunia mulai tahun 1938 dengan catatan terbaik menjadi peringkat ketiga pada tahun 1974 dan 1982.

Di Rusia, tim yang kini menduduki peringkat kedelapan FIFA itu dilatih oleh Adam Nawalka, yang pernah membela Polandia di Piala Dunia 1978.

Adam Nawalka dianugerahi skuat yang mumpuni untuk Piala Dunia 2018. Di posisi penjaga gawang, ada nama klub juara bertahan Liga Italia Juventus Wojciech Szczesny dan kiper utama klub Liga Inggris Swansea City, Lukasz Fabianski.

Di posisi bek, ada penggawa tim Liga Jerman Borussia Dortmund, Lukasz Piszczek dan Jan Bednarek (Southampton). Di sektor gelandang, pencinta sepak bola mana yang tidak kenal Jakub Blaszczykowski (Vfl Wolfsburg), yang di bawah asuhan Juergen Klopp hampir membawa Borussia Dortmund juara Liga Champions Eropa periode 2012-2013 jika saja tak kalah dari Bayern Muenchen di final.

Barisan penyerang menjadi kekuatan nomor satu Polandia karena di sana ada penyerang juara Liga Jerman Bayern Muenchen, Robert Lewandowski. Lewandowski merupakan peraih tiga kali pencetak gol terbanyak Liga Jerman yaitu musim 2013-2014, 2015-2016 dan 2017-2018.

Pemain berusia 29 tahun itu juga pencetak gol terbanyak sepanjang masa Polandia dan, terkini, dia menjadi penoreh gol terbanyak di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan 16 gol.

Pentingnya keberadaan Lewandowski di tim diamini oleh sang pelatih Adam Nawalka.

"Lewandowski adalah penyerang terbaik di dunia. Dia berkembang setiap waktu dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Lewandowski luar biasa penting untuk kami. Dia seperti lokomotif uap di tim kami," kata Adam.

Kolombia
Berbeda dengan Polandia (posisi kedelapan FIFA), kekuatan regu Kolombia di Piala Dunia 2018 lebih merata meski secara peringkat FIFA mereka berada di posisi ke-16.

Dari belakang sampai depan, Kolombia yang merupakan finalis perempat Piala Dunia 2014 diisi oleh nama-nama mentereng di posisinya.

Kiper Arsenal David Ospina mengawal gawang dan di depannya berdiri salah satu bek tengah muda terbaik di Liga Inggris saat ini, Davinson Sanchez (22) yang hampir selalu bermain untuk Tottenham Hotspur di setiap kompetisi 2017-2018.

Sanchez akan ditemani bek tengah berpengalaman Cristian Zapata (31 tahun) yang bermain untuk tim elite Italia, AC Milan dan bek muda tim juara Liga Spanyol Barcelona, Yerry Mina.

Di tengah, Kolombia sangat bergantung pada kreativitas gelandang serang Bayern Muenchen, James Rodriguez yang juga pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2014 di Brazil. Rodriguez akan ditopang kecepatan gelandang sayap Juventus Juan Cuadrado.

Untuk penyerang, sudah dipastikan pelatih Kolombia Jose Pekerman pusing tujuh keliling memilih pemain yang pas untuk diturunkan di "starting eleven". Pasalnya di sana, Kolombia memiliki deretan pemain berkualitas tinggi yaitu Radamel Falcao (AS Monaco), Carlos Bacca (Villareal) dan Luis Muriel (Sevilla).

"Saya ingin membantu tim mencapai semifinal atau bahkan final. Kenapa tidak? Akan sangat bagus jika terwujud, tetapi kami perlu melewati langkah demi langkah," tutur James Rodriguez, dikutip dari laman FIFA.

Sebagai informasi, prestasi terbaik Kolombia di Piala Dunia adalah kala menginjak perempat final pada 2014.

Senegal
Senegal melaju ke Piala Dunia 2018 usai menjadi juara Grup D kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika. Piala Dunia 2018 merupakan penampilan kedua mereka di turnamen empat tahunan itu setelah sebelumnya berkompetisi di Piala Dunia 2002.

Tim yang saat ini berada di peringkat ke-27 FIFA tersebut sangat mengandalkan performa gelandang serang klub Liga Inggris Liverpool, Sadio Mane. Mane sendiri merupakan pemain Afrika termahal sepanjang masa ketika pemain berusia 26 tahun itu pindah ke Liverpool dari Southampton pada 2016.

Berdasarkan laman resmi FIFA, kebersamaan dan semangat tim menjadi dua kekuatan utama Senegal mengarungi Piala Dunia. Itu dapat dilihat dari usaha Sadio Mane yang menawarkan diri membayar semua perawatan cedera rekannya sesama penghuni timnas Senegal Kara Mbodji.

Kara Mbodji ketika itu hampir saja tidak dibawa ke Piala Dunia karena didera cedera panjang. Beruntung, dia bisa pulih tepat waktu setelah lima bulan dalam perawatan.

"Sadio bukan cuma sekadar teman bagi saya. Dia adalah saudara dan pemain yang saya kagumi," ujar Mbodji.

Jepang
Jepang merupakan salah satu tim Asia tersukses di Piala Dunia. Mereka pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1998 dan terakhir pada 2014 dengan prestasi terbaik menduduki peringkat 16 besar pada 2002 dan 2010.

Pada edisi 2018, pelatih Jepang Akira Nishino akan mengandalkan teknik dan kemampuan individu yang dimiliki gelandang serang Shinji Kagawa (Borussia Dortmund).

Kerja Kagawa nantinya dibantu nama-nama yang bermain di kompetisi Eropa layaknya Takahashi Inui (Eibar), Makoto Hasebe (Eintracht Frankfurt), Takashi Usami (Fortuna Duesseldorf), serta mantan pemain AC Milan, Keisuke Honda yang kini berkompetisi di Meksiko bersama CF Pachuca.

Di belakang, Akira bisa berpegang pada kemampuan dua bek berpengalaman yaitu Maya Yoshida (Southampton) dan Yuto Nagatomo (Galatasaray) dan di sektor serang, ada sosok yang ikut membawa Leicester City juara Liga Inggris 2015-2016 Shinji Okazaki.

Penjaga gawang Jepang sekaligus pemain tertua timnas Jepang Eiji Kawashima, 35, merasa yakin komposisi skuat Jepang bisa membawa perubahan di Piala Dunia 2018.

"Setiap tim di Grup H berpeluang lolos ke babak berikutnya. Tujuan kami sederahana, yakni berkonsentrasi di setiap laga demi terus melaju di kompetisi. Performa kami tidak terlalu bagus pada Piala Dunia 2014 lalu di Brazil dan kami berharap bisa melakukan tugas lebih baik tahun ini," tutur Kawashima yang sudah bermain di tiga Piala Dunia.

Berikut jadwal pertandingan Grup H Piala Dunia 2018:

Kolombia vs Jepang - Selasa, 19 Juni 2018 mulai pukul 19.00 WIB.

Polandia vs Senegal - Selasa, 19 Juni 2018 mulai pukul 22.00 WIB.

Jepang vs Senegal - Minggu, 24 Juni 2018 mulai pukul 22.00 WIB.

Polandia vs Kolombia - Senin, 25 Juni 2018 mulai pukul 01.00 WIB.

Jepang vs Polandia - Kamis, 28 Juni 2018 mulai pukul 21.00 WIB.

Senegal vs Kolombia - Kamis, 28 Juni 2018 mulai pukul 21.00 WIB.
 

BERITA TERKAIT