BPKH Komitmen Dukung Penyelenggaraan Haji Lebih Baik


Penulis: Syarief Oebaidillah - 07 June 2018, 20:15 WIB
img
ANTARA FOTO/Muhammad

MEMPERINGATI satu tahun berdirinya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkomitmen mendukung penyelenggaraan haji untuk lebih baik.

"Kami bersyukur tanpa terasa BPKH telah memasuki milad berusia satu tahun. BPKH berkomitmen  mendukung penyelenggaraan  haji lebih baik dan pemihakan pada umat," kata Plt Kepala BPKH Anggito Abimanyu seusai acara berbuka puasa bersama memperingati kelahiran satu tahun lembaganya di Jakarta, Kamis (7/6).

Acara itu dihadiri Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi, Sekretaris Umum MUI yang juga Bendahara PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Ketua PBNU Marsyudi Suhud, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzili, dan Qolba Lubis.

Menurut Anggito, selama satu tahun berdiri sejumlah pencapaian BPKH antara lain telah menunjuk 31 bank penerima setoran haji dan 15 manajer investasi, audit BPK atas biaya operasional BPKH 2017 tanpa temuan dan wajar, penyelesaian pengembalian biaya haji penyelenggara haji khusus tepat waktu, dan efisiensi pengadaan uang Riyal pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 senilai Rp200 miliar.

Selain itu, pihaknya menjalin kerja sama keuangan haji dengan Kementerian Keuangan, Islamic Development Bank (IDB), Bappenas, serta kerja sama dengan pemilik hotel dan katering di Arab Saudi.

Mantan Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama ini mengutarakan total dana yang dikelola BPKH per Maret 2018 mencapai sekitar Rp105 triliun.

"Dana jemaah haji ini akan kita gunakan dalam investasi haji untuk diutamakan bagi kepentingan jemaah haji dan investasi lain yang memberi manfaat buat umat," tukas Anggito.

Senada, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzili berharap dana BPKH digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan jemaah haji dan umat.

"Kami berharap dana haji digunakan untuk kepentingan umat dan diinvestasikan bagi kemajuan umat, misalnya dapat juga untuk pendidikan Islam agar lebih baik," ujarnya.

Ace juga mengusulkan agar BPKH mempunyai kantor yang representatif semisal membangun menara haji, karena selama ini masih menumpang di Kantor Kemenag.

"Tentu tower haji dipertimbangkan jika BPKH mendapat keuntungan finansial yang layak melalui investasinya," pungkasnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT