Atraksi Warna-warni di Perut Bumi


Penulis: Liliek Dharmawan - 14 June 2018, 09:00 WIB
img
MI/LILIEK DHARMAWAN

SUHU menunjukkan 18 derajat Celcius ketika memasuki sebuah areal luas yang ditumbuhi pepohonan besar di kompleks obyek wisata Gua Lawa Purbalingga (Golaga).

Berjalan di areal tersebut tidak terlalu  berkeringat meski memakai jaket karena temperatur udaranya sejuk. Hal itu karena Gua Lawa yang terletak di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) berada di wilayah dengan  ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara geologis, Gua Lawa terbentuk dari susunan material vulkanik. Karakter bebatuan dan bentukan vulkaniknya begitu khas. Gua itu terbentuk melalui proses alam yang disebut lava flow atau aliran lava dari perut Gunung Slamet di masa lampau. Panjang gua mencapai sekitar 1.300 meter.

Bagi yang pernah ke Gua Lawa, tentu akan terkejut dengan  perubahan yang terjadi. Selain mulai ada pembenahan dengan merapikan  lokasi-lokasi di luar gua, pintu masuk ke gua juga diubah. Ada nuansa  zaman Kerajaan Majapahit dari penataan pintu menurun untuk masuk ke  dalam perut bumi.

Pengelola bakal menyajikan sejumlah daya tarik  wisata di dalam gua. Di antaranya adalah pesona warna, kemudian nantinya ada pesona budaya, pesona koloni kelelawar, serta penyiapkan ruang pertemuan di dalam gua.

Yang kini sudah bisa dinikmati adalah atraksi warna-warni di dalam gua. Ada warna merah, biru, hijau, ungu dan lainnya. Dulunya, lorong gua itu gelap dan hanya lampu penerangan seadanya serta jalannya licin dan sempit.

Kini, mulai dari pintu masuk gua, pengunjung tidak memiliki kesan seram lagi.  Sebaliknya, ada nuansa keceriaan, apalagi kalau yang datang anak-anak  milenial. Di beberapa titik, ada bangku-bangku kayu yang dapat dipakai beristirahat.

Untuk beberapa waktu mendatang, Gua Lawa juga dilengkapi dengan kafe di dalam gua. Selain itu, di sudut ruangan gua juga dibentuk sebuah ruang pertemuan. Ada beberapa tempat yang dijadikan sebagai lokasi swafoto.

"Memang belum seluruhnya selesai, tetapi mulai hari ini dibuka untuk para wisatawan. Pemkab Purbalingga memang ingin menjadikan Gua Lawa sebagai salah satu unggulan destinasi wisata di sini," ungkap Kepala  Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Prayitno.

Menurutnya, dengan pembenahan tersebut, dia berharap pengunjung bakal meningkat. Berdasarkan data, rata-rata jumlah kunjungan ke Goa Lawa di Purbalingga masih di bawah 60 ribu wisatawan.

"Dengan perubahan wajah Gua Lawa, diharapkan bakal mendongkrak kunjungan. Untuk masa libur Lebaran saja, ditargetkan ada 50 ribu wisatawan yang datang. Oleh karena itu, kami juga telah menyiapkan infrastruktur untuk perparkiran. Kalau jalan menunju ke Goa Lawa sudah mulus," jelasnya.

Rencana pengembangan ke depan untuk di luar gua, bakal dibangun resor eksklusif di atas pohon, kemudian rumah pohon dan ruang pertemuan pohon dengan kapasitas hingga 50 orang. Ada juga camping tree, zip bike tree, kemudian tree top yang dilengkapi dengan musala.

"Ada juga ski rumput yang memanfaatkan kontur lahan menurun, gardu pandang menikmati eskotisme kawasan sekitar. Nah, ada interactive mini zoo yang hampir rampung dibangun, bahkan direncanakan adanya museum kelelawar," paparnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT